TEMAN AKSARA: PENDEKATAN PEMBELAJARAN MEMBACA YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK DISLEKSIA MELALUI BOARDGAME

4–7 minutes


Anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya mereka yang mengalami disleksia, sering menghadapi kesulitan dalam proses pembelajaran membaca. Kesulitan ini tidak hanya mempengaruhi kemampuan akademik, tetapi juga berdampak pada perkembangan psikososial anak, termasuk rasa percaya diri dan motivasi belajar. Menurut Sari dan Ainin (2012), prevalensi anak berkesulitan belajar membaca di sekolah dasar inklusi menunjukkan bahwa intervensi pembelajaran yang tepat sangat diperlukan agar anak dapat mencapai kemampuan literasi yang memadai.


Metode pembelajaran konvensional sering kali kurang efektif untuk anak disleksia karena sifatnya yang monoton dan tidak interaktif. Penelitian oleh Cikal Jiwani Putri dan Lilis Syahputri (2022) menekankan pentingnya bimbingan membaca yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK tuna rungu, yang dapat diterapkan pula untuk anak disleksia melalui media yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran harus mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan khusus anak agar proses belajar dapat berlangsung optimal.


Berbagai strategi pembelajaran telah diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak berkebutuhan khusus. Devy Wahyu Cindy Mulyani (2021) menemukan bahwa strategi pembelajaran yang memanfaatkan metode interaktif dan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar anak ABK di SDN Antar Baru 1 Marabahan. Selanjutnya, Iir Hafsoh Azzahra et al. (2023) menunjukkan bahwa pembelajaran membaca permulaan yang sistematis, dengan penggunaan alat bantu edukatif, dapat mempercepat penguasaan fonem dan kata pada peserta didik berkebutuhan khusus.


Selain itu, penelitian Maulida, Ajriyah, dan Budiman Yeni (2019) membuktikan bahwa metode struktural analitik sintetik (SAS) efektif dalam menangani kesulitan membaca pada anak ABK kelas rendah. Penggunaan alat permainan edukatif (APE) juga terbukti mendukung proses belajar membaca, seperti yang dijelaskan oleh Rendy Roos Handoyo dan Adi Suseno (2023). Pendekatan berbasis permainan tidak hanya mempermudah anak dalam mengenal huruf dan kata, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.


Lebih lanjut, implementasi pendidikan inklusi melalui media bermain menunjukkan hasil positif dalam mengembangkan kemampuan literasi anak ABK. Noerdjati Ajidharma et al. (2024) menekankan bahwa pembelajaran berbasis permainan di Depok Montessori School dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan membaca anak. Suharyati dan Zulmiyetri (2019) juga menambahkan bahwa alat peraga edukatif seperti “Kincir Pintar” efektif dalam mengenalkan huruf vokal bagi anak tunarungu, yang prinsipnya dapat diterapkan untuk anak disleksia melalui boardgame yang interaktif. Dengan demikian, penggunaan boardgame sebagai media pembelajaran membaca bagi anak disleksia diharapkan dapat memberikan pendekatan yang menyenangkan sekaligus efektif.
Implementasi Alat Permainan Edukatif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Penelitian Rendy Roos Handoyo dan Adi Suseno (2023) menunjukkan bahwa pemanfaatan alat permainan edukatif (APE) efektif meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif, dan kemampuan membaca dasar pada anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang menggunakan APE cenderung lebih antusias mengikuti proses pembelajaran karena unsur permainan memberikan tantangan yang memicu partisipasi aktif dan interaksi sosial.
Penerapan prinsip APE dapat diterapkan dalam boardgame Teman Aksara, yang memungkinkan anak disleksia belajar membaca melalui media interaktif dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, anak dapat berlatih mengenal huruf dan kata secara berulang tanpa merasa terbebani, sehingga meningkatkan kemampuan membaca secara bertahap serta membangun kepercayaan diri selama proses belajar.


Prevalensi Anak Disleksia di Sekolah Dasar Inklusi


Sari dan Ainin (2012) menemukan bahwa anak disleksia mengalami kesulitan membaca yang signifikan dibanding siswa reguler, terutama dalam pengenalan huruf, kata, dan fonem. Kesulitan ini membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda, yang lebih menarik dan memungkinkan latihan berulang secara konsisten.
Boardgame Teman Aksara menjadi salah satu alternatif media yang dapat mendukung latihan membaca secara menyenangkan. Anak disleksia dapat belajar secara bertahap melalui permainan yang memotivasi mereka, sehingga keterampilan membaca meningkat tanpa menimbulkan rasa cemas atau frustrasi selama proses pembelajaran.


Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal melalui APE


Suharyati dan Zulmiyetri (2019) menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga edukatif Kincir Pintar dapat meningkatkan kemampuan anak tunarungu dalam mengenal huruf vokal. Elemen multisensorik yang menggabungkan visual, audio, dan gerakan membantu anak memproses informasi dengan lebih efektif.
Prinsip ini dapat diterapkan pada boardgame Teman Aksara, di mana anak disleksia dapat mengenal huruf dan kata melalui pengalaman belajar yang melibatkan panca indera. Dengan cara ini, anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengembangkan kemampuan kognitif dan fokus melalui stimulasi multisensorik.


Pembelajaran ABK Usia Dini untuk Meningkatkan Kemandirian
Menurut Suwandari dan Mastiani (2021), penggunaan alat permainan edukatif tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik anak ABK, tetapi juga mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Anak-anak menjadi lebih berani mencoba tugas sendiri dan terlibat dalam interaksi sosial.
Dalam konteks boardgame Teman Aksara, hal ini berarti anak disleksia dapat belajar membaca sambil membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk berinteraksi dengan teman sekelas. Pendekatan ini mendukung pengembangan aspek sosial dan emosional anak, selain kemampuan akademik.


Pelatihan Media Interaktif di SD
Yusrida Muflihah dan Isrida Yul Arifiana (2022) menunjukkan bahwa media interaktif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan minat belajar siswa, baik dalam pembelajaran luring maupun daring. Anak lebih termotivasi ketika proses belajar melibatkan media yang interaktif dan menyenangkan.
Boardgame Teman Aksara menerapkan prinsip media interaktif secara offline. Anak dapat bermain sambil belajar, mendapatkan umpan balik langsung, dan melakukan latihan membaca sesuai kebutuhan. Pendekatan ini menstimulasi motivasi intrinsik anak disleksia dan membuat proses belajar membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan dan efektif.


DAFTAR PUSTAKA
Cikal Jiwani Putri, L.S. (2022) Bimbingan Membaca Terhadap ABK Tuna Rungu. Metta Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu, 1(1), pp.19–26. Available at: http://melatijournal.com/index.php/Metta
Devy Wahyu Cindy Mulyani, A. (2021) Strategi Pembelajaran Peserta Didik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN Antar Baru 1 Marabahan. 7(4), pp.197–216. Available at: https://mathdidactic.stkipbjm.ac.id/index.php/JPH/article/view/1597
Hafsoh Azzahra, I., Silfiya, A.R., Safitri, E., Pratiwi, F., Mafrukhin, M., Akromah, F., Ibda, H. & P.Z.P. (2023) Strategi Pembelajaran Membaca Permulaan pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus. Indonesia Islamic Education Journal, 1(2), pp.81–89. https://doi.org/10.37812/iiej.v1i2.899
Maulida, N.B., Ajriyah, K.F. & Budiman, Y.M.A. (2019) Studi Kasus Penanganan Kesulitan Membaca Siswa ABK Kelas 3 SD Negeri Poncol 03 Pekalongan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(4), p.560. https://doi.org/10.23887/jisd.v3i4.23035
Noerdjati Ajidharma, A., Fikhia, A., Cholilah, I. & H.K. (2024) Implementasi Pendidikan Inklusi Melalui Metode Bermain di Depok Montessori School. Indonesian Journal Of Community Service, 4(2), pp.1–139.
Rendy Roos Handoyo, R. & Suseno, A.M. (2023) Implementasi Strategi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Sari, E.A. & Ainin, I.K. (2012) Prevalensi Anak Berkesulitan Belajar Membaca (Disleksia) di Sekolah Dasar Inklusi. 1(1), pp.0–216.
Suharyati, & Zulmiyetri. (2019) Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal melalui Alat Peraga Edukatif (APE) Kincir Pintar bagi Anak Tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus, 7(1), pp.99–104. Available at: https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu/article/view/103132
Suwandari, L. & Mastiani, E. (2021) Pembelajaran ABK Usia Dini dalam Peningkatan Kemandirian Melalui Alat Permainan Edukatif. Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang: Peran Profesional Guru Pendidikan Khusus di Sekolah/Madrasah Inklusif, pp.46–53.
Yusrida Muflihah, & Isrida Yul Arifiana, S. (2022) Pelatihan Media Interaktif dengan Aplikasi Pendukung Pengajaran Luring dan Daring di SDN Wonocolo 2 Sidoarjo, pp.49–54.