Oleh Nida Nabilatunnajah

Pengertian Keindahan
Keindahan menurut KBBI adalah keadaan yang enak dipandang, elok, cantik, atau bagus dan benar. Sedangkan menurut filosofis keindahan merupakan suatu kualitas dari kesatuan, keselarasan, keseimbangan, simetris dan kontras. Adapun secara subjektif keindahan sendiri merupakan sesuatu yang bergantung terhadap seseorang yang melihatnya. Dapat disimpulkan melalui tiga pernyataan tersebut keindahan visual merupakan suatu hal atau keadaaan dimana sesuatu terlihat seimbang dan selaras sehingga membuat seorang individu yang melihatnya menjadi berpikir bahwa hal tersebut enak dipandang, elok dan bagus.
Unsur-Unsur Keindahan
Keindahan sendiri memiliki beberapa unsur-unsur yang menjadikannya terlihat indah, yaitu kesatuan (Unity), Keseimbangan (Balance), Keselarasan (Harmony), Irama (Movement), Proporsi (Proportion) dan Kontras (Emphasis).
Unsur Kesatuan (Unity) merupakan unsur yang paling penting. Ketika suatu objek memiliki bagian yang saling melengkapi dan menyatu, hal tersebut akan terlihat indah oleh mata. Hal ini sangat berkaitan dengan keselarasan. Contohnya seperti jika melihat kue yang dihias oleh stroberi, tetapi terdapat satu buah blueberry diantaranya. Hal tersebut akan membuat orang merasa tidak nyaman dan terlihat aneh, apalagi jika buah tersebut hanya diletakkan di posisi yang asal dan bukan diniatkan sebagai fokus atau memiliki tujuan yang terlihat. Karena buah stroberi itu merah dan blueberry memiliki warna biru. Hal tersebut akan terlihat tidak selaras ketika mata melihat sesuatu yang berbeda dari yang lain dan akan menganggapnya bukan sevafai satu kesatuan.
Unsur Keseimbangan (Balance) merupakan salah satu unsur dari keindahan secara umum. Keseimbangan sendiri tidak berarti harus sama seperti 50:50 atau 100:100. Tetapi keseimbangan dapat juga menjadi sesuatu yang tidak sama tetapi terlihat selaras.
Unsur Keselarasan (Harmony), unsur keselarasan merupakan salah satu unsur yang penting dalam keindahan. Keselarasan sendiri memiliki arti yaitu ketika sesuatu terlihat harmoni, serasi dan sesuai diantara elemen dan bagian yang membuatnya terlihat bekerja sama dengan baik yang menciptakan suatu keutuhan. Contohnya dalam karya seni seperti menggunakan warna dengan nada yang selaras daripada menggunakan warna yang tumpang tindih akan membuat mata lebih nyaman melihatnya.
Unsur Irama (Movement), yaitu merupakan suatu pengulangan secara teratur. Contohnya seperti melihat garis putih patah-patah pada jalan tol, garis tersebut diulang dengan jarak dan ukuran yang sama berulang kali membuat mata nyaman melihatnya dikarenakan keteraturannya yang rapih.
Unsur Proporsi (Proportion), merupakan suatu unsur perbandingan yang mengatur sebuah ukuran, jumlah atau derajat antar bagian dalam sesuatu. Contohnya seperti jika melihat wajah manusia, mata dan hidung memiliki proporsi yang pas walaupun ukurannya tidak sama, sedangkan jika melihat hidungnya yang terlalu besar dan mata yang terlalu kecil dapat membuat orang-orang tidak nyaman melihatnya.
Unsur Kontras (Emphasis), berbeda dengan beberapa unsur lainnya yang masih memikirkan satu nada, konstras merupakan unsur dimana adanya hal yang terlihat berbeda diantara sesuatu yang sama yang bertujuan untuk menekankan fokus agar tidak datar. Contohnya seperti jika membuat satu lingkaran di tengah kumpulan banyaknya persegi. Hal tersebut dapat membuat mata tertuju kepada suatu lingkaran tersebut. Tetapi unsur kontras ini sendiri tidak dapat dilakukan secara asal, dikarenakan sesuatu yang indah masih terikat dengan unsur keselarasan dan keseimbangan yang lainnya.
Keenam unsur tersebut saling terikat satu sama lain, dan dikarenakan adanya keenam unsur tersebut sesuatu dapat dikatakan sebagai keindahan secara umum baik oleh para ahli atau kalangan awam.
Lawan Keindahan
Untuk mengetahui sesuatu adalah merupakan hal yang indah, maka diperlukan suatu hal perbandingan. Dikarenakan hal tersebut tidak dapat menjadi sesuatu tanpa adanya lawan dari hal tersebut.
Keindahan merupakan suatu keselarasan dan harmoni, lawannya merupakan sesuatu yang bertentangan mengenai hal itu yaitu sesuatu yang jauh dari kata keselarasan dan harmoni yaitu kekacauan yang sering disebut dengan kejelekan.
Menurut visual sendiri kejelekan merupakan sesuatu yang tidak enak dipandang mata, dan hal terssebut mencakup sesuatu yang tidak memiliki unsur-unsur keindahan. Contohnya seperti melihat suatu poster yang memiliki banyaknya jenis font yang digunakan dan font tersebut tidak memiliki keselarasan satu sama lain, penempatan posisi yang asal, ukuran yang berbeda dan jomplang, warna yang berbeda. Hal tersebut dapat menciptakan kekacauaan dan mata sendiri akan lelah melihatnya dikarenakan tidak adanya fokus yang dibuat. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu hal yang jelek, dikarenakan keindahan merupakan suatu hal yang akan nyaman jika dilihat.
Kecenderungan Manusia Menyukai Keindahan
Menyukai keindahan merupakan suatu fitrah seorang manusia. Tetapi dapat diketahui bahwa keindahan bukan hanya sesuatu yang disukai manusia, tetapi sesuatu yang manusia butuhkan juga. Hal tersebut memiliki kaitannya sendiri dengan kecenderungan manusia yang menyukai hal-hal indah.
Menurut teori evolusi keindahan dapat menjadi sebuah sinyal adanya keamanan, dahulu kala manusia purba hidup dengan berburu dan sebagainya. Adanya sungai, sabana yang subur, tempat yang terlihat makmur membuat manusia menganggapnya indah dikarenakan tempat tersebut merupakan tempat yang aman dan memiliki kehidupan.
Selain itu, otak manusia memproses suatu keindahan lebih mudah dibandingkan hal lain. Otak lebih menyukai hal-hal teratur yang mudah dicerna dan tidak perlu berpikir keras atau harus diperhatikan.
Lingkungan atau suatu hal yang indah dapat memicu adanya rasa kebahagiaan serta meningkatkan kesehatan, fungsi kognitif dan tubuh seorang manusia. Pada tahun 2017, sebuah rumah sakit pernah memeriksa faktor-faktor sembuhnya pasien mereka, keberadaan adanya seni rupa yang indah di sekitar pasien membuat mereka merasa lebih santai dan senang secara umum dan menjadi salah satu faktor sembuhnya para pasien.
Dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki kecenderungan menyukai sesuatu yang bahagia bukan hanya dikarenakan asal suka, tetapi hal tersebut sudah menjadi fitrah dan bahkan kebutuhan dari manusia itu sendiri.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan keindahan visual secara umum suatu hal atau keadaaan dimana sesuatu terlihat seimbang dan selaras sehingga membuat seorang individu yang melihatnya menjadi berpikir bahwa hal tersebut enak dipandang, elok dan bagus.
Dan hal tersebut tidak lepas dari beberapa unsur-unsur dari keindahan itu sendiri. Tetapi kembali lagi terhadap preferensi setiap individu keindahan secara khusus memiliki makna yang berbeda dan tidak dapat disamaratakan.
Referensi:
Referensi:Mardiyah, A. (2020, 1 Mei). Alasan Kenapa Kita Suka Yang Indah. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/annisamardhiyah6021/5eab3002d541df0c1b66db92/alasan-kenapa-kita-suka-yang-indah
Umam. Teori Estetika: Pengertian, Unsur, Aspek, Manfaat, Contoh. Gramedia Blog. https://www.gramedia.com/literasi/teori-estetika/
Wikantiyoso, B. (2022, 15 Desember). Alasan Kenapa Keindahan Membawa Kebahagiaan. Wikantiyoso. https://wikantiyoso.id/alasan-kenapa-keindahan-membawa-kebahagian/