Bukan Sekadar Tukar Kontak, Inilah Cara Memainkan Strategi di Meja Business Matching

2–3 minutes

Banyak pemilik brand hijab yang datang ke acara Business Matching cuma bermodal kartu nama dan katalog, terus berharap buyer bakal langsung jatuh cinta. Padahal, di tengah persaingan industri modest fashion yang gila-gilaan, sekadar punya motif bagus aja enggak cukup.

Ingat, Business Matching itu arena negosiasi B2B (Business to Business). Kamu enggak lagi jualan eceran ke pembeli langsung, tapi kamu lagi meyakinkan reseller, butik, atau buyer ekspor buat memborong koleksi kamu.

Biar kamu enggak pulang dengan tangan kosong, ini strategi kuncinya:

1. Riset Profil: Siapa yang Kamu Temui?Jangan samakan materi presentasi buat pemilik butik lokal dengan buyer dari Malaysia atau Timur Tengah.

Strateginya, kalau ketemu orang butik lokal, pelajari selera pasar mereka (apakah segmen premium atau daily wear?). Kalau ketemu buyer ekspor, cari tahu standar bahan dan tren warna di negara mereka. Datanglah dengan solusi yang pas buat isi rak toko mereka.

2. Bawa Bukti Fisik: Biarkan Tangan yang BicaraDi bisnis hijab, foto katalog doang itu kurang “nendang”. Feel dari kain itu segalanya.

Strateginya, jangan cuma bawa katalog kertas atau digital. Bawa sampel fisik best seller kamu. Biarkan calon mitra menyentuh tekstur voal-nya, melihat kerapian jahit tepinya, dan merasakan adem bahannya. Kualitas yang bisa diraba jauh lebih meyakinkan daripada ribuan kata-kata manis.

3. Bicara Bahasa Bisnis, Bukan Cuma Bahasa TrenCalon mitra kamu itu peduli sama cuan. Jangan cuma cerita soal “motif ini terinspirasi dari bunga sakura”, tapi bicaralah soal angka.

Strateginya, jelaskan struktur harga grosir, Minimum Order Quantity (MOQ), dan potensi margin keuntungan yang bisa mereka dapat. Tekankan juga kapasitas produksi kamu. Kamu sanggup enggak kalau mereka minta restock 1.000 pcs dalam seminggu pas musim Lebaran?

4. Tawarkan Eksklusivitas (USP)

Pasar hijab itu jenuh banget. Kenapa mereka harus pilih brand kamu dibanding ribuan brand lain di Tanah Abang atau Instagram?

Strateginya kasih nilai tambah. Misalnya: “Kami pakai teknologi printing yang enggak luntur,” “Pola kami antitembem,” atau “Kami bisa bikin seri khusus (custom series) cuma buat butik Kakak.” Penawaran eksklusif itu kunci pengikat kerjasama B2B.

5. Follow-up dengan ‘Lookbook’ Digital

Keluar dari ruangan, jangan biarkan mereka lupa sama visual produk kamu.

Strateginya, dalam 24 jam, kirimkan Line Sheet atau Lookbook digital yang profesional, lengkap sama harga B2B dan form pemesanan. Pastikan foto produknya HD biar warna dan detail kain terlihat jelas di layar HP mereka.

Jadi, di meja Business Matching, kamu bukan sekadar desainer, tapi pengusaha. Gabungkan kualitas hijab yang estetik dengan kesiapan data bisnis yang matang, maka peluang kolaborasi bakal terbuka lebar buat kamu.