Hallo semuanya! Jujur aja, sebagai mahasiswa yang bersemayam di dalam dunia desain, aku sering sekali merasa bingung jika aku harus membuat karakter untuk suatu cerita, awalnya aku pikir buat suatu karakter itu cuma soal jago ngegambar atau ngga nya, tapi ternyata setelah aku reset mendalami materi tentang estetika Dalam desain komunikasi visual dan juga mempelajari tentang pengaruh warna dan bentuk dalam menciptakan karakter ikonik dalam Cerita, point of view aku menjadi lebih luas lagi dalam pembuatan hal tersebut. Ternyata ada banyak sekali pertimbangan sebelum sebuah karakter dibuat, setiap bentuk dan warna yang kita lihat sangat berpengaruh pada hal-hal yang akan datang dan membawa suasana menjadi lebih akurat dan nyambung dengan ceritanya, bahkan membuatnya menjadi terbilang lebih unik dari pada yang lain.
Visual itu tidak hanya soal bagus atau jelek dari suatu gambar yang dibuat, tapi visual tersebut adalah komunikasi visual yang sangat kuat kepada alur cerita, sebagai pembuat karya tulis harus tau gimana caranya visual tersebut bisa memengaruhi suasana cerita dan membuat penonton ataupun pembaca merasakan sesuatu tanpa kita perlu kasih penjelasan panjang lebar. Nah oleh karena itu, di artikel ini, aku mau coba berimajinasi tentang apa yang mungkin terpikirkan Ketika suatu gambar bukan hanya sebuah gambar namun suatu hal bisa membuka pikiran orang lain, apa saja yang aku pelajari soal warna, desain baju, sampai ke latar belakang sebuah karakter yang sering kita anggap spele tersebut.
——————————————————————————————————
Kekuatan Warna Karakter
satu hal yang paling seru buat dibahas pada segmen ini adalah mengapa setiap tokoh dalam cerita itu menggunakan warna tertentu, Kenapa ngga asal pilih saja sesuai warna yang disukai? Ternyata, pilihan warna tersebut punya efek yang kuat terhadap Pembangunan karakter pada suatu tokoh yang sangat besar kepada penonton atau pembaca, setiap kombinasi warna tersebut sengaja dirancang supaya kita bisa langsung mengenali sifat karakter tersebut bahkan sebelum dia mulai berbicara.
Dari karakter pada project pkm yang kubuat, aku menempatkan karakteristik sebagai berikut:
1. Si Pemarah
Pernah ngga melihat karakter cowok yang bawaannya marahan terus? Biasanya, karakter tersebut menggunakan pakaian yang serba hitam atau gelap tapi ada bagian yang didominasi warna merah. Kenapa kombinasi tersebut ampuh banget? Kalau menurut pengamatan ku, karena pada simbolisme warna merah tersebut itu seperti bentuk dari api atau tanda bahaya, banyak warna merah untuk menandai suatu bahaya, kita sebagai penonton atau pembaca akan menangkap sifat dari karakter yang disajikan tersebut punya energi yang panas dan berbahaya. Ditambah warna hitam tersebut yang bikin dia kelihatan lebih misterius dan kuat, jadi kesan pemarahnya makin keluar dan menonjol banget untuk sebuah karakter yang ditujukannya seperti itu.
2. Si Pemberani
Lalu ada desain untuk karakter cewek yang pemberani, Biasanya karakter tersebut tidak selalu menggunakan pakai warna merah untuk sifat “panas” yang menggambarkan keberaniannya, desain yang digunakan oleh karakter ini adalah kerudung ungu, baju putih bercorak, dan rok panjang warna biru muda. Kombinasi warna tersebut menurut aku cocok banget, warna ungu tersebut memberikan kesan kalau dia punya sifat watak tokoh yang berwibawa dan selalu memimpin perasaannya, baju putih bercorak tersebut menunjukkan kalau dia punya sisi yang bersih dan jujur, sedangkan biru muda tersebut memberikan kesan ketenangan di Tengah-tengah keberanian yang ia lakukan. Jadi, meskipun dia berani, visual yang diberrikan tersebut tetap menunjukkan kalau dia orang yang bijaksana dan reasonable.
3. Si Penakut
Karakteristik dari tokoh karakter cowok yang penakut. Biasanya dia bakal dikasih perpaduan warna monochrome seperti putih, abu-abu, dan hitam. Kenapa warna-warna tersebut yang dipilih untuk karakter ini? Karena warna-warna tersebut itu sangat netral dan nggak mencolok, karakter penakut tersebut biasanya ngga mau jadi pusat perhatian, dia lebih menginginkan melebur saja dengan lingkungan sekitar nya, warna abu-abu tersebut seperti menunjukkan kalau dia ngga punya pendirian yang kuat, jadi visual tersebut pas untuk membuat Gambaran dari karakter dan sifat pengecutnya.
4. Si Ceria
Buat karakter cewek yang ceria, biasanya desainnya pakai rambut warna kuning atau blonde, rok dan celana hitam, baju luar putih, dan baju dalam hitam. Warna kuning tersebut adalah kunci utamanya dalam pembuatan karakter ini, kuning tersebut memberikan efek suasana yang cerah seperti sinar matahari yang buat kita semangat. Kombinasi warna antara kuning, putih, dan hitam tersebut bikin penampilan dia terlihat menggambarkan peran yang sangat aktif dan penuh kehidupan. Jadi, cuma dengan melihat warna rambutnya tersebut saja, kita sudah tahu kalau dia adalah karakter ceria di cerita tersebut.
5. Si Pemalu
Terakhir, ada karakter cewek pemalu yang mempunya rambut hitam, menggunakan pita rambut bewarna merah, baju biru, dan pakaian lainnya yang serba hitam. Rambut hitam dan pakaian serba hitam tersebut memberikan kesan gambar yang seperti dia ingin menutupi dirinya dari dunia luar, namun baju biru tersebut memberikan sedikit petunjuk kalau di balik sifat malunya itu, dia punya perasaan yang tenang dan teratur, pita rambut tersebut juga jadi aksen tambahan pada penyajian karakter ini, menunjukkan kalau meskipun pemalu, dia tetap punya sisi perhatian pada detail kecil.
——————————————————————————————————
Kombinasi antara Tradisi dengan hal yang berbau Modern
Hal yang menurut ku tidak pantas untuk ditinggalkan dalam estetika tersebut adalah bagaimana caranya bikin desain kostum yang nggak membosankan pada zaman sekarang, kita tidak hanya bisa cuma mendesain sebuah baju yang digunakan karakter dalam cerita yang biasa-biasa saja, salah satu cara agar karakter menjadi lebih unik dari pada biasanya adalah menggabungkan unsur tradisional dengan visual modern agar menghidupkan Kembali jiwa lokal akan tetapi masih memberikan kesan menarik bagi anak muda dijaman sekarang.
Jujur aja dulu ku pikir baju tradisional itu pasti bakal keliatan membosankan dan terlihat kuno, akan tetapi jika kita bisa memasuki motif kain daerah tersebut ke dalam desain yang kekinian, hasilnya akan menciptakan sebuah karya local yang termodernifikasi, umpamanya seperti ini:
Penggunaan Corak Batik: karakter yang pakai jaket dengan bagian lengannya diberikan motif batik Mega Mendung atau Parang akan menimbulkan suatu kesan tersendiri, motif tersebut jika dikombinasikan dengan baju modern akan membuat karakter tersebut menonjolkan identitas budaya yang kuat akan tetapi tetap memiliki bumbu modern yang familiar dengan era sekarang.
Aksen Kain Tenun: karakter yang mungkin tergambar menggunakan tas yang modern tapi diberikan aksen kain tenun daerah tersebut di bagian kantongnya, detail pada sebuah gambar itu yang membuat gambar tersebut bikin visual dari sebuah karakter menjadi lebih memiliki nilai tradisi yang lebih mendalam.
Pada intinya, tujuan dari kombinasi-kombinasi warna dan bentuk yang sudah tertera tersebut adalah agar anak muda zaman sekarang ngga melupakan budayanya, tapi tetap merasa kalau gaya dari budaya atau tradisi itu sendiri pantas menambah nilai pada sebuah karya. Oleh karena itu, komunikasi visual yang ingin disampaikan lewat pakaian dari seorang karakter tersebut bisa sampai ke penonton atau pembacac dengan lebih efektif lagi.
——————————————————————————————————
Peran Penting background art atau gambar pada latar belakang dalam Membangun Suasana pada sebuah cerita.
Nah, setelah kita membahas soal sifat dan bentuk dari karakter yang akan dibuat, satu hal ini kerap kali sering terlupakan tapi efeknya pada cerita itu sendiri sangat membangun, yaitu background art atau gambar latar belakang, latar belakang itu bukan sekedar hiasan yang menjadi alas tokoh itu saja berada, namun background art atau gambar latar belakang tersebut mempunya esensi yang kat dalam membangun suasana yang sesuai dari keseluruhan cerita.
Dalam sebuah cerita yang berdiri ada sebuah adegan di mana karakter tersebut baru saja bangun tidur dan siap buat memulai perjalanan ke kampus, namun jika latar belakangnya digambarkan dengan terik pagi hari yang cerah, kita pasti akan berprisangka merasa semangat juga, cahaya matahari pagi tersebut memberikan kesan harapan yang terbangun dan mula-mula energi yang berbakmandikan positifnya, Jadi, dengan tanpa perlu ada narasi yang menjelaskan “dia sedang bersemangat”-pun, gambar suasana pagi tersebut sudah cukup untuk membuktikan penonton atau pembaca bahwa pagi yang ia lalui itu sangat penuh dengan energi.
Sebaliknya, jika latar belakangnya digambarkan dengan hujan gerimis atau langit mendung, perasaan yang tergambarkan pada cerita itu pasti ikut merasa sedih atau bisa pun galau, itulah komunikasi visual yang terjadi dalam sebuah latar belakang tersebu, Semua elemen, mulai dari pencahayaan sampai pemilihan warna pada background yang akan diaplikasikan tersebut, harus dipikirkan matang-matang agar bisa mendukung watak tokoh, alur cerita dan suasana cerita itu sendiri.
——————————————————————————————————
Kesimpulan dari argumentasi yang dibawakan
Sebagai penutup, ku menjadi lebih tertarik untuk mendalami soal karakterisasi yang timbul dari warna dan bentuk yang diberikan dan dibangun pada karakter yang akan kita buat, semakin sadar kalau dunia estetika dan komunikasi visual tersebut itu sangat luas dan dalam sekali untuk menyentuh ranah unik dan enak untuk diikuti, memahami teori warna dan bentuk bukan cuma menjadi tugas designer profesional saja, namun untuk kita juga sebagai seorang yang mulai belajar hal-hal untuk menjadi professional suatu saat nanti.
poin penting yang harus di perhatikan:
-Setiap warna pada karakter tersebut mempunya tugas untuk menjelaskan sifat tanpa kata-kata dengan efektif.
-pakaian yang mengkombinasikan unsur tradisional dan modern tersebut membuat karakter menjadi punya identitas dengan ciri khas yang unik.
-Latar belakang atau background art tersebut adalah jalan utama yang membuat suasana cerita lebih terasa natural dan mudah dipahami.
Semua elemen yang dikaji jika digabungkan dengan benar akan menciptakan sebuah karya yang ikonik dan sangat berkesan bagi siapa saja yang melihat ataupun membacanya yang menimbulkan efek bahwa karakter yang dibuat benar-benar unik, latihan yang banyak sangat dibutuhkan untuk bisa menguasai semua elemen-elemen tersebut, tapi setidaknya sekarang ku mulai menerima ilmu yang bisa digunakan Ketika pembuatan karakter, seperti memilih warna untuk gambar karakter, gambar latar belakang maupun mengumpamakan sebuah suasana yang terjadi.
——————————————————————————————————
Referensi:
Kimmons, R. (2020). Color Theory in Experience Design.
Kopsidas, O. (2024). The environmental friendliness of Holland’s personality types. Edelweiss Applied Science and Technology.
Pitri, N. (2022). NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter.
Jenson, S., Sadler, H., Hill, C., & Disalvo, C. (2006). Design communication. CHI ’06 Extended Abstracts on Human Factors in Computing Systems.
Yoh, E. (2011). Effect of Color Sensibility Evaluation of Clothing Product on Attitude toward Product in On-line and Off-line -Focusing on White T-Shirt-. The Research Journal of the Costume Culture, 19, 650-660.