Mengenal Commission Art, Usaha yang Bermodal Skill Seni dan Komunikasi

6–9 minutes

Pernah gak kamu lagi scroll media sosial lalu lewat iklan commision art di beranda media sosial kamu? Atau pernah denger tapi kamu gak tau apa itu commission art, apa aja yang dijual? Berjualan benda atau jasa? Manfaat nya apa? Dan pertanyaan lain nya yang buat kamu bingung. Mungkin bagi sebagian orang yang gak terlalu ikutin seni dan desain bakal asing mendengar commission art. Oke disini bakal dijelasin apa itu commission art, bagaimana cara kerja nya, kapan commission art bisa berguna dan dibutuhkan, dimana platform penjualan nya, siapa target market dari commission art, dan kenapa banyak orang yang tertarik dengan commission art. Barangkali juga commission art bisa jadi ide usaha buat kamu yang punya bakat dibidang seni atau desain.

Apa itu Commission Art?

Kalau melihat dari nama nya Commission Art arti nya komisi seni yang punya definisi yaitu suatu layanan yang diberikan atau disediakan oleh seorang artist, seniman, pelukis atau ilustrator yang dalam proses nya akan menghasilkan karya original berdasarkan keinginan dan permintaan dari klien yang memesan nya. Jadi commission art biasanya dapat menghasilkan suatu karya visual yang berbeda, original, juga terasa personal dan eksklusif khusus untuk klien. Pada sejarahnya commission art ini sudah ada dari lama, tepatnya pada era renaissance atau zaman pencerahan sekitar tahun 1500-an, di mana tokoh yang paling terkenal dari zaman itu yaitu Leonardo Da Vinci sering mendapatkan pesanan untuk melukis para bangsawan dan orang kaya untuk melukiskan diri mereka atau orang yang mereka kasihi. Kemudian lukisan tersebut biasanya dipajang atau diberikan sebagai hadiah yang mewah. Salah satu commission art paling terkenal dari Leonardo Da Vinci yaitu lukisan Mona Lisa. Seiring perkembangan zaman commission art juga gak hanya menggunakan media kanvas dan cat saja, sekarang sudah banyak bahkan hampir semua artist, seniman, dan ilustrator yang menggunakan tablet dan aplikasi gambar untuk mengerjakan komisi.

Bagaimana cara kerja dari Commission Art?

               Commission art adalah layanan jasa kreatif yang memerlukan proses yang cukup bertahap dan sangat bergantung pada komunikasi antara klien dan artist. Supaya hasil yang didapat sesuai harapan, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu pahami sebelum dan selama memesan commission art.

  • Cari Commission Artist mu

Langkah pertama adalah mencari artist yang art style-nya cocok dengan keinginan kamu. Setiap artist biasanya punya ciri khas visual masing-masing, baik dari segi garis, pewarnaan, karakter, maupun mood gambar. Ada artist yang fokus di gaya anime, kartun, semi-realis, sampai realistis. Karena itu, melihat portofolio jadi hal yang sangat penting. Kamu bisa mengecek hasil karya mereka di Instagram, X, Facebook, website pribadi, atau platform khusus commission. Dari sini, kamu bisa menilai kualitas gambar, konsistensi karya, dan apakah gaya tersebut sesuai dengan gambaran yang kamu inginkan.

  • Pesan dan Komunikasi dengan Artist mu

Setelah menemukan artist yang cocok, kamu bisa langsung menghubungi mereka untuk menanyakan slot commission. Biasanya pemesanan dilakukan lewat DM atau chat pribadi, tapi ada juga artist yang menyediakan form pemesanan khusus. Di tahap ini, kamu sebaiknya membaca dan memahami aturan commission yang dibuat artist, seperti jenis gambar yang dilayani, batas revisi, sistem pembayaran, serta estimasi waktu pengerjaan. Hal ini penting supaya tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

  • Sampaikan Request dan Referensi yang jelas

Jika slot masih tersedia dan kamu lanjut memesan, kamu perlu menyampaikan request dengan jelas dan detail. Mulai dari karakter yang digambar, pose, ekspresi wajah, pakaian, warna, background, sampai suasana yang diinginkan. Memberikan referensi gambar sangat disarankan agar artist punya gambaran visual yang lebih jelas. Setelah semua disepakati, artist akan mulai mengerjakan pesanan. Lama pengerjaan biasanya bervariasi, tergantung tingkat kesulitan karya dan jumlah pesanan yang sedang dikerjakan, namun umumnya berkisar sekitar satu minggu atau lebih.

  • Lakukan pembayaran terlebih dulu

Sebagian besar artist meminta pembayaran di awal atau DP sebagai bentuk komitmen dari klien. Hal ini dilakukan untuk menghindari pembatalan sepihak saat karya sudah dikerjakan. Metode pembayaran dan jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing artist. Soal harga, commission art biasanya dihitung berdasarkan tingkat detail, ukuran gambar, dan tingkat kesulitan, dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

  • Perbaikan dan revisi karya

Saat karya sudah masuk tahap akhir, artist biasanya akan mengirimkan preview atau work in progress kepada klien. Di sinilah klien bisa memberikan masukan atau meminta revisi jika ada bagian yang kurang sesuai. Namun, revisi biasanya dibatasi, misalnya 2–3 kali, agar proses tetap efisien dan tidak merugikan pihak artist.

  • Hasil akhir

Setelah revisi selesai dan karya sudah final, artist akan mengirimkan hasil akhir dalam format yang sudah disepakati, seperti JPG atau PNG dengan resolusi tertentu. Jika masih ada sisa pembayaran yang harus dibayarkan, biasanya dilunasi di tahap ini. Setelah semuanya selesai, kamu bisa menikmati hasil commission art yang dibuat secara khusus, personal, dan memiliki nilai emosional karena dikerjakan langsung oleh manusia, bukan sekadar hasil dari AI.

Kunci penting

Bagian kunci penting dari commission art ada pada cara komunikasinya. Yang paling utama tentu komunikasi antara artist dan klien. JIka dari awal request diberitahukan dengan jelas, mulai dari konsep, sampai art style gambar, maka hasil akhirnya juga akan lebih sesuai keinginan. Selain itu, ciri khas atau art style dari artist itu penting banget, karena biasanya orang pesan commission bukan hanya karena butuh gambar, tapi karena suka gaya gambarnya yang unik dan beda dari yang lain. Ketepatan waktu sesuai dengan perjanjian juga jadi poin penting, karena kalau artist bisa menyelesaikan pesanan sesuai deadline, kepercayaan klien akan meningkat. Aturan seperti harga, sistem pembayaran, dan batas revisi juga harus jelas dari awal supaya gak ada salah paham di prosesnya. Media sosial dan portofolio berfungsi sebagai tempat pamer karya sekaligus promosi, jadi artist perlu konsisten upload hasil karya dan membangun personal branding. Terakhir, artist juga perlu paham soal hak cipta dan penggunaan karya, apalagi kalau gambar mau dipakai untuk keperluan komersial. Semua hal ini saling berkaitan dan jadi kunci supaya commission art bisa berjalan lancar dan terus berkembang.

Terkait Commission Art

               Mungkin sampai sini kamu masih bertanya apa manfaat dari layanan ini, jadi commission art ini biasanya dipesan untuk hadiah dan bahkan juga dapat dicetak menjadi stiker, keychain, dan merchandise lain nya, namun untuk ini kembali perlu dikomunikasikan oleh artist agar tidak terjadi pelanggaran, tiap artist memiliki aturannya masing-masing. Selanjutanya mungkin kamu sekarang tertarik untuk memesan commission art ini tapi bingung dimana platform penjualan nya, umumnya commission art dapat ditemukan di media sosial seperti Instagram, X dan Facebook, atau juga di website salah satu nya di web Vgen. Target market untuk commission art adalah orang yangberasal dari kalangan orang yang menyukai Anime, dan orang yang suka dengan seni dan desain.

Namun tantangan dan kegelisahan terbesar yang dihadapi oleh commission artist saat ini berasal dari maraknya kecerdasan buatan atau AI yang sudah bisa membuat gambar berdasarkan promp. AI dapat menghasilkan gambar karena adanya source gambar dari internet, para artist takut karya mereka ‘dicuri’ oleh AI, dan selain karyanya ‘dicuri’ AI juga menghasilkan gambar baru yang membuat para artist tidak dapat berbuat apa-apa. Meski demikian masih ada orang-orangseperti pecinta seni dan desain, penikmat kartun, anime, dan seniman lain yang masih menyukai karya origilan dari manusia yang jauh lebih baik karena lebih memiliki perasaan dibandingkan AI yang terkadang gak sempurna dan terbatas.

Jadi kesimpulannya, commission art bisa menjadi peluang usaha kreatif yang mengandalkan skill seni dan desain sebagai modal utama. Dengan commission art, para artist bisa menghasilkan karya yang original, personal, dan eksklusif karena dibuat sesuai permintaan klien. Dari zaman dulu sampai sekarang, commission art terus mengalami perkembangan, mulai dari lukisan manual sampai karya digital yang dikerjakan lewat tablet dan aplikasi gambar. Prosesnya juga memerlukan komunikasi yang baik antara artist dan klien supaya hasil akhirnya sesuai dan memuaskan. Selain untuk koleksi pribadi, commission art sering dimanfaatkan sebagai hadiah, hiasan, atau bahkan dijadikan merchandise. Walaupun sekarang banyak tantangan dari hadirnya AI yang bisa membuat gambar secara cepat, karya buatan manusia tetap punya nilai lebih karena ada perasaan, ide, dan karakter di dalam sebuah karya. Itulah kenapa commission art masih diminati dan bisa jadi pilihan usaha yang menarik buat kamu yang punya bakat di bidang seni atau desain.

Karena di zaman sekarang semuanya serba cepat karena AI, menghargai karya seseorang lewat commission art jadi perlu diperhatikan. Commission art bukan hanya soal gambar yang keren, tapi juga soal proses, usaha, dan perasaan yang dituangkan olehartist ke dalam karya. Ada komunikasi, diskusi, revisi, dan sentuhan personal yang bikin hasilnya terasa lebih hidup dan bermakna. Hal-hal seperti ini gak bisa digantikan oleh AI. Dengan pesan commission art, kamu ikut mendukung para artist supaya tetap berkarya dan bertahan di dunia kreatif. Kamu juga ikut menjaga seni buatan manusia supaya gak tergeser sepenuhnya oleh teknologi. Jadi, memilih commission art itu bukan cuma soal beli gambar, tapi juga bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kerja keras, dan nilai seni yang lahir dari tangan seniman.

References

Brush Studio Art & Design Courses. (2025, April 30). Brush Studio Id. Retrieved from Brush Studio Web Site: https://www.brushstudio.id/blogdetail-25-commission-vs-subscription-ini-cara-jualan-yang-tepat-buatmu

Voice Of America. (2023, April 29). Voice Of America. Retrieved from VOA Indonesia: https://www.voaindonesia.com/a/penggunaan-teknologi-ai-jadi-kontroversi-seniman-digital-indonesia-sesuatu-yang-tak-bisa-dihindari/7071147.html