Mata kuliah Kewirausahaan di UNIKOM mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide
bisnis yang kreatif, aplikatif, dan memiliki nilai tambah. Salah satu wujud nyata dari proses
pembelajaran tersebut adalah SOTHU (Sotong Tahu), produk camilan inovatif hasil
pengembangan mahasiswa yang memadukan tahu bulat dan sotong.
SOTHU dikembangkan dengan melihat peluang pasar makanan ringan yang terus berkembang,
khususnya produk dengan cita rasa khas dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Kombinasi
tekstur tahu bulat yang renyah dengan rasa gurih sotong menghasilkan produk yang memiliki
keunikan tersendiri serta daya saing di pasaran. Proses produksinya dirancang sederhana dan
efisien, sehingga memungkinkan pengembangan usaha dalam skala kecil hingga menengah.
Melalui pengembangan produk SOTHU, mahasiswa menerapkan nilai-nilai pembelajaran
kewirausahaan, mulai dari kreativitas dalam inovasi produk, analisis peluang pasar, perencanaan
biaya dan harga jual, hingga strategi pemasaran. Kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir
kritis, kerja sama tim, serta membangun mentalitas wirausaha yang adaptif dan berorientasi pada
solusi.
Inovasi SOTHU diharapkan dapat menjadi contoh implementasi pembelajaran kewirausahaan di
UNIKOM yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman praktik yang
membekali mahasiswa dengan keterampilan dan kesiapan menghadapi tantangan dunia usaha.
Mengapa Harus Tahu Bulat dan Sotong?
Ide ini bermula dari pengamatan sederhana di sekitar kampus. Tahu bulat dan sotong adalah camilan favorit semua kalangan karena harganya yang murah dan rasanya yang gurih. Namun, seringkali produk ini dianggap kurang higienis atau memiliki varian rasa yang itu-itu saja (hanya asin dan pedas).
Mahasiswa pengembang Sothu melihat ini sebagai peluang. Mereka melakukan rebranding dan inovasi pada tiga aspek utama:
Kualitas Bahan: Menggunakan bahan baku tanpa pengawet dan minyak goreng berkualitas tinggi.
Varian Rasa: Menghadirkan topping premium seperti salted egg, mozzarella melt, hingga bumbu truffle.
Kemasan (Packaging): Mengganti kantong plastik dengan paper box yang estetik dan ramah lingkungan.
Strategi Inovasi Sothu
Untuk menembus pasar yang kompetitif, tim Sothu menerapkan beberapa strategi kunci:
Teknik “Fusion”: Tidak hanya menjual terpisah, Sothu memperkenalkan menu mixed bowl di mana tekstur tahu bulat yang kopong berpadu dengan sotong yang kenyal dalam satu wadah.
Pemasaran Digital: Memanfaatkan TikTok dan Instagram Reels untuk menunjukkan proses penggorengan yang “satisfying” serta testimoni pelanggan secara real-time.
Model Bisnis Fleksibel: Selain berjualan di booth fisik (container box), mereka juga merambah ke pasar frozen food agar pelanggan bisa menikmati Sothu kapan saja di rumah.
Tantangan dan Harapan
Menjalankan bisnis sambil kuliah tentu bukan hal mudah. Pembagian waktu antara praktikum dan memantau stok bahan baku menjadi tantangan harian. Namun, bagi para mahasiswa ini, Sothu bukan sekadar tugas mata kuliah kewirausahaan, melainkan langkah awal menjadi pengusaha muda.
“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dari nol. Terkadang, inovasi adalah tentang bagaimana kita memberikan nilai tambah pada hal-hal yang sudah ada di depan mata kita,” ujar salah satu founder Sothu.
Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)
Sebagai bisnis mahasiswa, Sothu menggunakan pendekatan Low Budget, High Impact:
Micro-Influencer Local: Bekerja sama dengan akun “Kuliner Kampus” atau “Jajanan [Nama Kota]” untuk melakukan review jujur.
Visual Storytelling: Di media sosial, konten tidak hanya fokus pada makanan, tapi juga balik layar (behind the scenes) perjuangan mahasiswa membangun bisnis. Ini membangun emotional connection dengan pembeli.
Kesimpulan
Inovasi Sothu menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif di level mahasiswa sangatlah besar. Dengan modal keberanian untuk memodifikasi produk tradisional, tahu bulat dan sotong kini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pilihan kuliner yang trendi dan menjanjikan secara finansial.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, dipilihlah nama baru “SOTHU”, yang
merupakan singkatan dari “Sotong Tahu”, karena perusahaan tidak hanya memproduksi tahu
tetapi juga olahan sotong. Selain itu, nama “SOTHU” juga memiliki makna filosofi tersendiri:
“So” berarti jadi, dan “Thu” berarti tahu, melambangkan semangat menjadi tahu yang sejati —
hasil dari proses panjang perjuangan dan pembelajaran. Nama “SOTHU” resmi mendapatkan
perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada bulan September 2025, sehingga kini
telah menjadi merek dagang yang sah dan tidak dapat ditiru oleh pihak lain. Dengan nama baru
ini, SOTHU melangkah maju sebagai wujud pembaruan semangat dan komitmen untuk terus
menghadirkan produk tahu berkualitas tinggi yang lahir dari kemandirian, kejujuran,
dan kerja keras.
Detail Tahu Bulat Sothu:
Nama usaha : Tahu Bulat (Sothu)
Pemilik : Agus Hendar
Tahun berdiri : Januari 2015
Alamat usaha : Dusun Buniasih RT 08/RW 14, Desa Muktisari, Kecamatan
Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Bahan baku utama : Kacang kedelai dan penyedap rasa
Sumber bahan baku : Pemasok lokal (Toko Sumber Tiga Jaya)
Peralatan produksi : Timbangan, mesin penggiling, saringan dan alat pencetak
Tenaga kerja : 26 orang
Pemasarana : Luar kota
Keunggulan produk : Rasa gurih khas, digoreng dadakan, harga terjangkau, kualitas
terjaga
Ciri Khas Produk : • Menggunakan bahan baku kedelai pilihan, tanpa bahan
pengawet.
- Memiliki tekstur lembut di dalam, renyah di luar, dengan cita
rasa gurih khas. - Diproses secara higienis dan memenuhi standar keamanan
pangan.
Karakter Usaha • Dikemas secara praktis, mudah dijual kembali (siap goreng).
: • Mandiri dan tangguh, dibangun dari nol oleh pendiri yang
berjuang tanpa dukungan pihak lain. - Inovatif, selalu mencari ide baru agar produk tetap diminati
masyarakat. - Konsisten menjaga kualitas meski dengan perkembangan
skala produksi yang besar. - Berorientasi pada kepuasan pelanggan, bukan hanya pada
keuntungan. - Adaptif terhadap tren pasar, misalnya dengan lahirnya merek
baru “SOTHU” yang lebih modern dan mudah diingat.
USP (Unique Selling
Proposition)
: • Produk digoreng dadakan dan disajikan hangat, tetap renyah
dan gurih. - Resep bumbu khas buatan sendiri, tidak ditiru oleh merek lain.
- Mengedepankan konsep tahu mandiri dari bahan baku hingga
kemasan, semua dikelola secara internal. - Brand yang lahir dari perjuangan pribadi — simbol ketekunan
dan kemandirian, bukan hasil warisan atau investor besar.
ESP (Emotional
Selling Proposition)
: • Cerita inspiratif di balik berdirinya dari seseorang yang hidup
mandiri, berjuang tanpa siapa-siapa hingga sukses
membangun merek besar. - Membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan
pelanggan melalui kejujuran, ketulusan, dan kualitas rasa yang
konsisten. - Menghadirkan kenangan rasa masa kecil: tahu hangat yang
gurih, sederhana, dan penuh makna. - SOTHU bukan sekadar makanan, tapi simbol perjuangan
bahwa siapa pun bisa berhasil jika tekun dan jujur.
Jam operasional Pembayaran Harga : 200/butir - Membawa nilai lokal dan kebanggaan daerah produk tahu
buatan anak bangsa yang kini dikenal luas.
: Senin – Minggu : 07.00 – 17.00
Produk Inovatif
Kriteria ini menilai inovasi produk, kreativitas, keunikan produk yang memiliki daya saing pasar (unique selling point) dan telah tervalidasi (hasil survei, wawancara, observasi, dll). Inovasi produk diutamakan hasil hilirisasi riset perguruan tinggi dengan mempertimbangkan penggunaan bahan lokal, serta kemampuan produk dalam mengatasi permasalahan dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Produk inovatif dari usaha ini adalah tahu bulat kecil kering (krispi) yang memiliki tekstur renyah di luar namun tetap gurih dan lembut di dalam. Inovasi ini dikembangkan agar tahu bulat memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan tahu bulat biasa, sehingga bisa dipasarkan ke wilayah yang lebih luas. Keunikan produk ini terletak pada ukuran mini, rasa gurih khas, dan kerenyahan yang tahan lama tanpa bahan pengawet kimia. Proses pengolahannya dilakukan dengan teknik penggorengan khusus dan pemilihan kedelai lokal berkualitas. Selain itu, pengemasan dilakukan secara menarik dan higienis agar produk tetap kering, tidak mudah lembek, serta aman dikonsumsi.
Pemasaran
Kriteria ini menilai strategi pemasaran usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek, penjualan, pangsa pasar, serta loyalitas pelanggan. Strategi tersebut mencakup saluran distribusi, promosi, dan hubungan pelanggan. Optimalisasi saluran distribusi dan promosi melalui strategi berbasis data untuk menjangkau pasar potensial serta pemanfaatan bauran pemasaran sebagai kerangka kerja strategis agar dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara efektif.
Tujuan Mulia (Noble Purpose)
Kriteria ini menilai tujuan mulia dari didirikannya suatu usaha. Pendirian usaha tidak hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan namun juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan serta memiliki keberlanjutan dalam jangka waktu yang panjang yang dapat menjadi solusi dalam peningkatan lapangan pekerjaan.
Usaha Tahu Bulat tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga bertujuan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti membuka lapangan kerja dan memanfaatkan limbah tahu sebagai pakan ternak. Selain itu, Tahu Bulat berkomitmen menghasilkan produk yang higienis, bergizi, dan ramah lingkungan, serta ikut berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi lokal dan ketahanan pangan daerah Ciamis.
Konsumen Potensial
Kriteria ini menilai segmentasi konsumen dan target pembeli potensial serta posisi produk di pasar (Segmentation, Targeting, Positioning), termasuk uraian tentang potensi pasar yang juga mencakup ukuran pasar dan pangsa pasar, analisis kompetitor di pasar
Konsumen potensial Tahu Bulat Sothu adalah masyarakat Ciamis dan sekitarnya, terutama pelajar, mahasiswa, dan keluarga yang menyukai camilan gurih dengan harga terjangkau