Oleh Arvina Haifa Dewi
Abstrak
Instagram telah menjadi ruang utama bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai kesehatan mental. Berbagai isu seperti overthinking, burnout, stres, hingga kecenderungan gangguan kepribadian sering muncul dalam diskursus digital tersebut. Cara pesan disusun melalui gaya copywriting berperan penting dalam menentukan bagaimana konten dipahami, dirasakan, dan direspons oleh audiens. Artikel ini membahas peran gaya copywriting sebagai strategi komunikasi dalam penyampaian isu kesehatan mental di Instagram pada mahasiswa dengan menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang empatik, informatif, dan persuasif untuk meningkatkan pemahaman serta menekan risiko misinformasi dan kecenderungan self-diagnosis.
Kata kunci: copywriting, kesehatan mental, Instagram, mahasiswa, strategi komunikasi
Pendahuluan
Meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari peran media sosial, khususnya Instagram, yang kini menjadi ruang pencarian informasi dan interaksi psikologis. Mahasiswa menghadapi beragam tekanan, mulai dari tuntutan akademik, perbandingan sosial, hingga kecemasan terhadap masa depan, yang sering termanifestasi dalam bentuk overthinking, burnout, dan stres berkepanjangan (Sutrisno, 2022; Lee et al., 2020). Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai akun edukasi kesehatan mental yang berupaya menyampaikan pengetahuan psikologis dengan pendekatan yang lebih dekat dengan pengalaman keseharian mahasiswa.
Di sisi lain, penyampaian isu kesehatan mental di media sosial tidak terlepas dari potensi risiko, seperti penyederhanaan gejala, penggunaan label diagnosis secara longgar, serta meningkatnya kecenderungan self-diagnosis. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab secara etis dan informatif. Salah satu unsur penting dalam strategi tersebut adalah gaya copywriting, yaitu cara menyusun pesan yang mampu membangun kedekatan emosional, memberikan pemahaman, serta mengarahkan audiens pada perilaku yang lebih adaptif (Rachmawati and Syahputra, 2023). Artikel ini bertujuan mengkaji peran gaya copywriting sebagai strategi komunikasi dalam penyampaian isu kesehatan mental di Instagram pada mahasiswa.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (qualitative content analysis). Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada penelaahan makna, struktur bahasa, serta karakteristik gaya copywriting dalam konten edukasi kesehatan mental di Instagram.
Objek penelitian berupa unggahan Instagram bertema kesehatan mental mahasiswa, khususnya yang membahas overthinking, burnout, stres, dan kecenderungan gangguan kepribadian. Subjek penelitian mencakup akun-akun edukasi kesehatan mental yang memenuhi kriteria memiliki lebih dari 10.000 pengikut, aktif mengunggah konten edukatif, dan konsisten menggunakan caption naratif.
Data dikumpulkan melalui observasi konten, dokumentasi unggahan, dan studi pustaka. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, kategorisasi berdasarkan gaya copywriting (empatik, informatif, persuasif, storytelling, dan ajakan bertindak), serta interpretasi makna. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber.
Instagram sebagai Ruang Komunikasi Kesehatan Mental Mahasiswa
Instagram memungkinkan isu kesehatan mental disajikan secara ringkas, visual, dan mudah dibagikan. Fitur feed, story, dan carousel memfasilitasi integrasi ilustrasi, infografik, dan caption yang saling menguatkan (Lee et al., 2020). Bagi mahasiswa, format ini terasa dekat dengan pola komunikasi sehari-hari mereka.
Konten yang disusun dengan struktur jelas dan bahasa yang mudah dipahami terbukti mampu meningkatkan kesadaran, empati, serta dukungan sebaya (Bounce Back Indonesia, 2020; Yuliani and Riza, 2022). Mahasiswa cenderung lebih terhubung dengan konten yang merepresentasikan pengalaman mereka, seperti kelelahan akibat tugas atau tekanan akademik. Namun, penyajian yang terlalu simplistis berpotensi mendorong self-diagnosis dan kesalahpahaman (Sutrisno, 2022).
Konsep dan Fungsi Gaya Copywriting dalam Isu Kesehatan Mental
Copywriting merupakan proses perancangan bahasa yang bertujuan memengaruhi cara audiens memahami dan merespons pesan. Dalam konteks kesehatan mental, copywriting berfokus pada empati, kejelasan informasi, dan ajakan menuju perilaku yang lebih sehat (Rachmawati and Syahputra, 2023).
Bahasa yang bersifat emosional dan memvalidasi perasaan terbukti meningkatkan keterlibatan audiens. Selain itu, gaya copywriting juga berperan menerjemahkan istilah psikologis yang kompleks ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, sekaligus menegaskan batasan bahwa informasi yang disampaikan bukan diagnosis resmi (Sutrisno, 2022).
Gaya Copywriting Efektif dalam Penyampaian Isu Kesehatan Mental Mahasiswa
- Nada empatik dan tidak menghakimi (Bounce Back Indonesia, 2020)
- Bahasa sederhana dan kontekstual (Yuliani and Riza, 2022)
- Informatif tanpa sensasionalisme (Sutrisno, 2022)
- Pendekatan naratif (storytelling) (Bounce Back Indonesia, 2020)
- Ajakan bertindak yang sehat dan realistis (Increasink, 2023)
Implikasi bagi Praktisi Komunikasi dan Edukator
Konten kesehatan mental di Instagram menuntut integrasi antara pemahaman psikologi dan keterampilan komunikasi. Gaya copywriting yang empatik, informatif, dan bertanggung jawab berpotensi membantu mahasiswa merasa dipahami, memperoleh informasi yang akurat, serta terdorong mencari bantuan yang sesuai.
Referensi
Bounce Back Indonesia (2020) Pemanfaatan Instagram dalam memberikan pesan kesadaran kesehatan mental (Studi pada akun @bounceback.id). Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS).
Increasink (2023) 3 contoh copywriting produk kesehatan dari Riliv, pelajari triknya!. Tersedia di: increasink.co.id.
Lee et al. (2020) Mental health content on Instagram: Self-expression and peer support. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni.
Rachmawati, N. and Syahputra, M. (2023) Pengaruh copywriting emosional terhadap engagement di media sosial. Jurnal Maslahah.
Sutrisno, A.R. (2022) Konten informasi kesehatan mental dalam media sosial Instagram dan pengaruhnya terhadap self-diagnosis pada remaja. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.
Yuliani, R. and Riza, A. (2022) Pengemasan pesan kesehatan mental pada akun @studiodjiwa dan @tanyapsikologi di Instagram. Laporan penelitian. Universitas Pembangunan Jaya.