Membangun Branding Kuliner Lokal melalui Digital Marketing: Studi Kasus Pempek CukoUp Asli Palembang

5–7 minutes

Perkembangan dunia kewirausahaan saat ini tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi digital. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga mampu membangun citra merek yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pasar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang, khususnya bagi usaha kuliner lokal yang memiliki karakter dan nilai budaya yang khas.

Melalui program INBISKOM, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai kewirausahaan, branding produk, serta strategi digital marketing yang dapat diterapkan secara langsung pada usaha yang telah berjalan. Salah satu contoh penerapan tersebut dapat dilihat pada usaha kuliner Pempek CukoUp Asli Palembang, yang menjadi studi kasus dalam artikel ini.

Profil Singkat Usaha Pempek CukoUp Asli Palembang

Pempek CukoUp Asli Palembang merupakan usaha kuliner yang telah berjalan sejak pertengahan tahun 2025. Usaha ini bergerak di bidang makanan khas daerah dengan menjadikan pempek sebagai produk utama. Keaslian cita rasa Palembang menjadi nilai jual utama yang ingin dipertahankan dan dikomunikasikan kepada konsumen.

Dalam operasionalnya, Pempek CukoUp Asli Palembang menerapkan beberapa sistem penjualan, baik secara online maupun offline. Penjualan online dilakukan melalui WhatsApp dan WhatsApp Business, sementara pemasaran offline dilakukan melalui sistem titip jual serta penjualan dari rumah. Selain itu, sistem pre-order juga diterapkan untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan konsumen. Target pasar dari usaha ini meliputi mahasiswa dan masyarakat umum, yang memiliki minat terhadap kuliner khas daerah dengan harga yang terjangkau.

UMKM Kuliner dan Peran Mahasiswa dalam Pengembangannya

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, termasuk di sektor kuliner. UMKM tidak hanya berfungsi sebagai penyedia lapangan kerja, tetapi juga sebagai penjaga keberlanjutan produk lokal dan budaya daerah. Dalam konteks ini, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa pendekatan baru melalui pemanfaatan teknologi dan pemikiran kreatif.

Keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan usaha seperti Pempek CukoUp Asli Palembang menunjukkan bahwa dunia akademik dan praktik kewirausahaan dapat saling melengkapi. Pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, khususnya melalui program INBISKOM, dapat diaplikasikan langsung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Hal ini membuktikan bahwa kewirausahaan tidak selalu harus dimulai setelah lulus, tetapi dapat dibangun dan dikembangkan sejak masih menjadi mahasiswa.

Pempek sebagai Produk Lokal dengan Daya Saing

Sebagai makanan khas Palembang, pempek memiliki posisi yang kuat di tengah masyarakat. Namun, banyaknya pelaku usaha sejenis membuat persaingan menjadi semakin kompetitif. Dalam kondisi ini, pelaku UMKM perlu memiliki strategi yang mampu membedakan produknya dari kompetitor. Pempek CukoUp Asli Palembang melihat peluang tersebut dengan menonjolkan aspek keaslian rasa dan konsistensi kualitas sebagai fondasi utama pengembangan usaha.

Keputusan untuk mempertahankan karakter tradisional pempek, namun dikemas dengan pendekatan modern, menjadi langkah strategis agar produk tetap relevan di tengah perubahan selera konsumen. Hal ini sejalan dengan konsep kewirausahaan yang dipelajari dalam INBISKOM, di mana inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi juga dapat berupa cara baru dalam mempresentasikan produk yang sudah ada.

Branding sebagai Identitas Usaha

Branding menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan Pempek CukoUp Asli Palembang. Unsur branding yang telah dibangun meliputi nama produk, logo, kemasan, serta narasi mengenai keaslian Palembang. Nama “CukoUp” dipilih karena merepresentasikan elemen utama pempek, yaitu kuah cuko, sekaligus memberikan kesan unik dan mudah diingat.

Kemasan dirancang untuk memberikan kesan rapi dan menarik, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Selain itu, narasi “asli Palembang” secara konsisten disampaikan dalam setiap bentuk promosi untuk memperkuat identitas merek. Branding yang dibangun tidak hanya bertujuan untuk menarik konsumen baru, tetapi juga untuk membangun loyalitas pelanggan.

Strategi Digital Marketing yang Diterapkan

Dalam era digital, media sosial menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi UMKM. Pempek CukoUp Asli Palembang memanfaatkan Instagram, WhatsApp Business, dan TikTok sebagai media utama untuk memperkenalkan produk. Melalui platform tersebut, informasi mengenai produk, harga, serta sistem pemesanan dapat disampaikan dengan cepat dan mudah.

Konten visual berupa foto dan video pempek menjadi strategi utama dalam menarik perhatian audiens. Selain itu, penggunaan bahasa yang santai dan komunikatif membantu menciptakan kedekatan antara brand dan konsumen. Berdasarkan pengamatan, digital marketing yang dilakukan telah membantu produk agar lebih dikenal oleh masyarakat, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan penjualan secara signifikan.

Digital Marketing sebagai Sarana Edukasi Konsumen

Selain berfungsi sebagai alat promosi, digital marketing juga memiliki peran sebagai media edukasi bagi konsumen. Melalui konten yang dibagikan di media sosial, Pempek CukoUp Asli Palembang tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga mengedukasi konsumen mengenai keunikan pempek Palembang, perbedaan jenis pempek, serta karakteristik kuah cuko yang autentik.

Pendekatan edukatif ini penting untuk membangun pemahaman dan apresiasi konsumen terhadap produk lokal. Ketika konsumen memahami nilai dan proses di balik sebuah produk, kepercayaan terhadap brand akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung memperkuat posisi merek di benak konsumen dan mendorong terjadinya pembelian ulang.

Respon Konsumen terhadap Produk

Respon konsumen terhadap Pempek CukoUp Asli Palembang secara umum bersifat positif, baik dari segi rasa, kemasan, harga, maupun pelayanan. Umpan balik tersebut menjadi indikator bahwa produk memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Respon positif juga menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk mempertahankan kualitas sekaligus meningkatkan aspek branding dan pemasaran.

Melalui digital marketing, pelaku usaha dapat menerima masukan secara langsung dari konsumen. Hal ini memungkinkan evaluasi yang berkelanjutan terhadap produk dan layanan, sehingga usaha dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Pembelajaran Branding dan Mindset dari INBISKOM

Salah satu pembelajaran utama yang diperoleh dari program INBISKOM adalah kesadaran akan pentingnya branding dalam dunia usaha. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk mindset kewirausahaan yang lebih terarah. Mahasiswa menjadi lebih memahami bahwa branding dan digital marketing bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari strategi bisnis.

Mindset kewirausahaan yang dibangun melalui INBISKOM mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih strategis, kreatif, dan adaptif. Studi kasus Pempek CukoUp Asli Palembang menunjukkan bahwa penerapan mindset tersebut dapat membantu usaha lokal untuk berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.

Tantangan dan Arah Pengembangan Usaha

Meskipun telah menunjukkan perkembangan yang positif, Pempek CukoUp Asli Palembang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti konsistensi promosi digital dan perluasan jangkauan pasar. Namun, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk pengembangan usaha ke depannya, seperti peningkatan kualitas konten digital, penguatan identitas visual, serta potensi kolaborasi dengan pihak lain.

Dengan memanfaatkan strategi branding dan digital marketing secara lebih optimal, usaha ini memiliki peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Hal ini sejalan dengan tujuan INBISKOM dalam mendorong mahasiswa untuk mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berorientasi jangka panjang.

Kesimpulan

Pengembangan usaha kuliner lokal di era digital membutuhkan strategi yang terintegrasi antara branding dan digital marketing. Pempek CukoUp Asli Palembang menjadi contoh bahwa produk tradisional dapat dikembangkan dengan pendekatan modern tanpa kehilangan identitas aslinya. Melalui penerapan konsep kewirausahaan dan mindset yang diperoleh dari program INBISKOM, usaha kuliner lokal memiliki potensi besar untuk tumbuh, berkembang, dan bersaing di tengah dinamika pasar.


Signature

Rossari Aurellia
Program Studi Teknik Arsitektur
Fakultas Teknik dan Ilmu Komunikasi

Referensi

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson Education.
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing. Pearson.
Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2022). Strategi Pengembangan UMKM di Era Digital.