Di era transformasi digital, teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung operasional, melainkan telah menjadi faktor strategis utama dalam menentukan daya saing organisasi. Perusahaan, UMKM, hingga institusi pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dalam konteks inilah, manajemen teknologi memegang peranan penting untuk mendorong inovasi dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Manajemen teknologi tidak hanya berbicara soal adopsi teknologi terbaru, tetapi juga bagaimana organisasi merencanakan, mengelola, dan memanfaatkan teknologi secara optimal agar selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pasar.
Konsep Manajemen Teknologi
Manajemen teknologi dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi teknologi untuk mendukung strategi organisasi. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja organisasi.
Manajemen Teknologi dan Kemampuan Inovasi
Kemampuan inovasi merupakan kapasitas organisasi untuk menciptakan atau mengembangkan produk, layanan, proses, maupun model bisnis baru. Implementasi manajemen teknologi yang baik dapat meningkatkan kemampuan inovasi melalui beberapa cara berikut:
1. Akselerasi Proses Inovasi
Teknologi digital seperti artificial intelligence (AI), big data, dan cloud computing memungkinkan proses riset dan pengembangan (R&D) berjalan lebih cepat dan akurat.
2. Kolaborasi dan Knowledge Sharing
Platform digital mempermudah kolaborasi lintas divisi maupun lintas organisasi, sehingga ide-ide inovatif dapat berkembang lebih optimal.
3. Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Dengan dukungan teknologi analitik, organisasi dapat memahami tren pasar dan perilaku konsumen secara lebih mendalam, sehingga inovasi yang dihasilkan lebih relevan.
Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan
Keunggulan kompetitif berkelanjutan adalah kondisi di mana organisasi mampu mempertahankan keunggulannya dalam jangka panjang dan sulit ditiru oleh pesaing. Manajemen teknologi berkontribusi besar dalam menciptakan keunggulan ini melalui:
- Diferensiasi produk dan layanan
- Efisiensi biaya operasional
- Peningkatan kualitas dan kecepatan layanan
- Kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar
Teknologi yang dikelola secara strategis akan menjadi core competence organisasi, bukan sekadar fasilitas pendukung.
Implementasi Manajemen Teknologi dalam Praktik
Agar manajemen teknologi dapat berjalan efektif, organisasi perlu memperhatikan beberapa langkah implementatif berikut:
1. Integrasi dengan Strategi Bisnis
Teknologi harus selaras dengan visi, misi, dan tujuan jangka panjang organisasi.
2. Pengembangan SDM
Sumber daya manusia harus dibekali keterampilan digital dan pola pikir inovatif agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
3. Budaya Inovasi
Organisasi perlu menciptakan budaya yang mendorong eksperimen, kreativitas, dan pembelajaran berkelanjutan.
4. Evaluasi dan Adaptasi
Teknologi bersifat dinamis, sehingga evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.
Tantangan dalam Manajemen Teknologi
Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi manajemen teknologi juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:
- Biaya investasi teknologi yang tinggi
- Resistensi perubahan dari SDM
- Risiko keamanan data dan privasi
- Ketergantungan pada teknologi tertentu
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajerial yang matang dan berkelanjutan.
KEUNGGULAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN
Abstrak bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa/teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan, berbicara mengenai manajemen teknologi adalah berbicara mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi dan pengelolaannya di sebuah organisasi.
Maksud dari pengelolaan juga bukan berarti hanya pada takaran dimana dan bagaimana agar proses pembuatan teknologi itu berhasil, tetapi juga bagaimana implementasi kemanfaatannya terasa di perusahaan.
Manajemen teknologi terkait dengan inovasi, bagaimana inovasi yang dilakukan oleh organisasi dapat berhasil dan memenuhi tujuan dan kebutuhan organisasi itu sendiri.
A.Pendahuluan
Bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa/teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan, berbicara mengenai manajemen teknologi adalah berbicara mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi dan pengelolaannya di sebuah organisasi. Teknologi merupakan proses yang akan menopang pencapaian tujuan yang akan digunakan untuk mencapai daya saing karena merupakan karya cipta yang bisa dipakai untuk menciptakan nilai. Teknologi berbicara mengenai apa yang kita miliki, apa yang kita inginkan dan bagaimana memenfaatkan segala sesuatu yang kita miliki untuk memenuhi apa yang kita inginkan, dibutuhkan strategi dalam mengelola suatu teknologi agar teknologi dapat dimanfaatkan dan penggunaannya sejalan dengan tujuan organisasi.
Teknologi strategi butuh keselarasan karena bebas dari pengaruh waktu asalkan diikuti dengan pola, kapabilitas dan kapasitas mulai dari masyarakat sampai organisasi.
Strategi teknologi terkait erat dengan strategi bisnis, namun Adler dalam Harisson dan Samson mengungkapkan bahwa keputusan strategi teknologi harus dievaluasi dan disesuaikan dengan strategi bisniskarena strategi bukan sebagai keputusan yang independen.Strategi sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar.
B. Pengembangan Kapabilitas Teknologi
Dalam rangka mencapai tujuan strategis dan operasional mereka, organisasi harus mengembangkan dasar teknologi yang memadai.Mereka harus mengembangkan pengetahuan tentang teknologi dan «organisational levers» untuk efektivitas membangun dan menyebarkan pengetahuan kapabilitas teknologi mengarah kepada aset teknologi yang dimiliki perusahaan dan secara strategis signifikan, selama proses dan praktek penggunaan aset tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik .
Lebih jauh Harisson dan Samson mengungkapkan aset teknologi dapat dikembangkan melalui beberapa tahap berikut
• Memperbaiki rutinitas organisasi, struktur, proses dan nilai ditempat dimana pekerjaan itu dilakukan.Jaikumar dan Bohn dalam Harisson dan Samson menggambarkan variasi tahapan-tahapan yang harus dilalui didalam proses pengembangan teknologi, menurut model ini, pengembangan tersebut harus melalui tiga fase yang berbeda yang masing-masing meliputi tahap yang berbeda dari pengembangannya. Fase tiga yang merupakan tahapan ke-tujuh dan kedelapan
• Mengendalikan proses yang tersisa berdasarkan kondisi yang berubah.
Fase yang pertama terdiri dari lima tahap Ketergantungan kunci kapabilitas perusahaan pada inti aset teknologi. Peningkatan strategi yang relevan dan mendukung aktivitas Pengembangan kapabilitas teknologi terkait erat dengan transfer teknologi yang terjadi didalam prosesnya, transfer teknologi dan peranannya didalam pengembangan kapabilitas teknologi perusahaan telah didiskusikan secara luas selama kuartal terakhir abad ke-20 diskusi difokuskan kepada dimensi internasional atau interorganisasional dari transfer teknologi.
C. Pengembangan teknologi dan Inovasi
Secara umum dapat disebutkan bahwa bahwa proses value creation merupakan suatu proses yang berhubungan dengan pembuatan barang dan jasa atau kombinasi barang dan jasa melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan, tetapi tentu saja proses value creation tidak didapat begitu saja dari sebuah output atau keluaran yang dihasilkan, lebih dari itu bagaimana output tadi dapat dirasakan manfaatnya dan memberikan nilai tambah bagi pemakainya sehingga akhirnya pelanggan akan mendapatkan kepuasan dari produk baik barang ataupun jasa yang dipakai atau dikonsumsi. Drucker dan Cristensen dalam Elmquist et.al menyebutkan bahwa inovasi merupakan satu hal yang paling utama bagi perusahaan, jika mereka ingin terus tumbuh dan memiliki profitabilitas yang tinggi, inovasi memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk baru yang mampu menangkap dan menguasai pangsa pasar, meningkatkan keuntungan , meningkatkan daya saing dalam hal waktu, karena perusahaan mampu menghasilkan dan mengenalkan produk baru lebih cepat daripada pesaing dan perusahaan mampu mengganti produk dengan versi yang lebih baik secara berkala.
D Pengorganisasian teknologi dan Inovasi
Isu yang berkaitan dengan pihak eksternal seperti customer, integrasi pasar dan teknologi, hubungan antara customersupplier -producer dan user, support untuk aktifitasinovatif dari sumber eksternal seperti pemerintah, danstakeholder dan terakhir akuntabilitas untuk shareholder dalam hal investasi pada teknologi baru dan benchmarking of performance dengan adopsi dan implementasi dari teknologi baru. Tantangan besar yang dihadapi oleh setiap perusahaan saat ini adalah bagaimana mereka mengelola inovasi teknologi , apabila mereka dapat mengelolanya dengan benar, mereka dapat menciptakan nilai dan keuntungan, mengembangkan daya saing yang berkelanjutan dan menciptakan dinamisme, menjadikan perusahaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk bekerja, menarik dan mempertahankan produktivitas dan kreatifitas pekerja. Sebaliknya apabila perusahaan gagal melakukan pengelolaan teknologi inovasi, perusahaan dihadapkan pada kondisi yang serius, kehilangan keuntungan, pekerja dan reputasi.
E. Knowledge management dan Innovation
Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan merupakan salah satu cara untuk memperoleh sustain competitive advantage, salah satunya adalah dengan menghasilkan produk yang valuable dan juga komersial. Amunisi dari inovasi adalah knowledge, dimana knowledge dalam organisasi dapat diperoleh melalui «local search» danjuga «distant search». Knowledge harus ditransfer ke tiap-tiap unit dalam organisas isehingga meningkatkan mutual learning dan juga kerjasama interunit. Secara tidak langsungakan men-stimulate knowledge baru dan kemampuan perusahaan untuk berinovasi meningkat
Bennet
Bennet, mengungkapkan teknologi memainkan peran yang dominan dalam menentukan persaingan dan kebutuhan, budaya dan pendidikan dari angkatan kerja. Dapat dikatakan bahwa teknologi telah memainkan peran terkuat dalam menciptakan lingkungan yang ada sekarang di mana organisasi harus beradaptasi dan belajar bagaimana untuk unggul dibandingkan dengan pesaing mereka, dalam Built to Last, Collins dan Porras melakukan studi selama enam tahun terhadap delapan belas perusahaan yang memiliki kinerja yang luar biasa selama masa waktu antara lima puluh dan dua ratus tahun. Meninjau hasilnya, bersama-sama dengan penelitian lain, dan mengemukakan faktor-faktor berikut yang menyebabkan organisasi tersebut sukses dalam jangka panjang :
• Terus menerus berusaha untuk memperbaiki diri dan berusaha agar besok lebih baik dari apa yang mereka lakukan hari ini.
• Tidak berfokus pada profitabilitas saja, tetapi menyeimbangkan upaya menyertakan kualitas karyawan kehidupan, hubungan masyarakat, masalah lingkungan, kepuasan pelanggan dan stakeholder.
• Berani mengambil risiko dengan penekanan bahwa mereka lebih bijaksana dan memiliki risiko portofolio secara keseluruhan seimbang. Secara umum, secara finansial mereka konservatif.
• Terkait dengan karyawan mereka, perusahaan-perusahaan dituntut memiliki «fit» yang kuat dengan budaya dan standar mereka.
Grant &Fuller Kogut , mengemukakan bahwa
Knowledge merupakan asset dan keunggulan kompetitif yang merupakan dasar bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bagi perusahaan, selanjutnya Kogut & Zander, melihat bahwa knowledge didalam organisasi merupakan hasil dari kombinasi knowledge lama dan baru, dimana pengetahuan lama mendukung proses pemahaman dan penggalian pengetahuan baru.
Walaupun sumber pengetahuan yang didapat lebih banyak bersumber luar, organisasi menyeimbangkan keduanya, mengingat bahwa setiap organisasi memiliki keterbatasan dalam menyerap informasi yang mereka dapatkan, salah satu cara untuk mencari keseimbangan tersebut yaitu dengan scanning capability. Scanning capability digunakan untuk seleksi lingkungan dan untuk mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat.
Scanning capability merupakan outcome dari interaksi antara 2dimensi pengetahuan: scale dan scope. Scale: fokus pada mencari ketersediaan pengetahuan yang besar/banyak, adanya keterbatasan pada teknologi dan geografis. Scope: ketersediaan pengetahuan sudah meningkat, perusahaan akan lebih sadar pengetahuan dari tingkat jauh-nya/luasnya pengetahuan. Untuk meningkatkan scanning capability perusahaan perlu mengenal lebih baik pengetahuan eksternal dari berbagai macam konteks maupun geografis, perusahaan mengkombinasi pengetahuan yang dimiliki dengan yang baru yang dapat meningkatkan nilai dari inovasi perusahaan.
Tahap terakhir setelah menentukan manfaat dan transfer pengetahuan dengan keterbatasn perusahaan, yaitu integrasi pengetahuan yang ada dengan bagian lain dalam perusahaan yang menghasilkan inovasi. Schumpeter , menyatakan bahwa inovasi berasal dari adanya kombinasi baru.
F. Penutup
Teknologi merupakan salah satu karya cipta manusia, yang dapat dipergunakan dalam rangka memenuhi kesejahteraan dan memberikan kemudahan-kemudahan.
Sebuah teknologi seharusnya dipahami prosesnya dari hulu ke hilir, agar manusia bisa menghargai hasil dari sebuah teknologi, karena pada prinsipnya hasil karya dari sebuah proses teknologi itu bebas nilai, lebih dari itu memahami proses dari penciptaan sebuah produk dengan suatu teknologi menjadi sesuatu yang mahal, orang sekarang hanya berpikir bagaimana menggunakan hasil dari sebuah teknologi, bukan pada bagaimana menciptakan sebuah produk dengan suatu teknologi..