Pengembangan UMKM Usaha Rajutan Berbasis Online Shop sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing di Era Digital

7–10 minutes

ADINDA TRI WULANDARI

Perkembangan teknologi digital telah membawa pergeseran mendasar dalam sistem perekonomian, baik pada skala global maupun nasional. Transformasi ini tidak hanya memengaruhi cara perusahaan besar menjalankan aktivitas bisnisnya, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi mendorong perubahan dalam proses produksi, pemasaran, hingga pola konsumsi masyarakat, sehingga menuntut UMKM untuk beradaptasi agar tetap relevan di tengah persaingan yang semakin terbuka. UMKM yang mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam model bisnisnya cenderung memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, berkembang, dan memperluas jangkauan pasar secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, usaha rajutan sebagai bagian dari sektor industri kreatif memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Produk rajutan tidak hanya bernilai secara fungsional, tetapi juga mengandung unsur estetika, kreativitas, serta keterampilan manual yang menjadi ciri khas produk handmade. Keunikan desain dan sentuhan personal yang melekat pada produk rajutan menjadikannya memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan produk hasil produksi massal. Meskipun demikian, pelaku UMKM rajutan kerap menghadapi kendala struktural, seperti keterbatasan akses pasar, promosi yang masih bersifat konvensional, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital.
Pemanfaatan online shop menjadi salah satu strategi yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Kehadiran platform digital memungkinkan pelaku UMKM rajutan untuk memasarkan produknya secara lebih luas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Melalui sistem pemasaran berbasis digital, pelaku usaha dapat membangun interaksi langsung dengan konsumen, memperkuat citra merek, serta meningkatkan nilai jual produk secara lebih efektif. Dengan demikian, pengembangan UMKM usaha rajutan berbasis online shop tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga diarahkan pada penguatan daya saing, keberlanjutan usaha, serta pelestarian produk kreatif lokal di tengah dinamika ekonomi digital.


Konsep UMKM dan Kewirausahaan Digital
UMKM dipahami sebagai kegiatan usaha produktif yang dijalankan oleh individu maupun badan usaha dengan batasan tertentu terkait kepemilikan aset, tingkat omzet, serta jumlah tenaga kerja. Keberadaan UMKM memiliki posisi yang sangat penting dalam struktur perekonomian nasional karena kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja secara luas dan mendukung pemerataan pendapatan di berbagai lapisan masyarakat. Tambunan (2019, hlm. 23) menegaskan bahwa UMKM berfungsi sebagai penopang utama perekonomian nasional, khususnya ketika terjadi tekanan atau krisis ekonomi yang melemahkan sektor usaha berskala besar.
Perkembangan teknologi informasi kemudian melahirkan konsep kewirausahaan digital, yaitu pendekatan kewirausahaan yang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam seluruh rantai aktivitas bisnis. Pemanfaatan teknologi tidak hanya terbatas pada pemasaran, tetapi juga mencakup proses produksi, pengelolaan usaha, hingga distribusi produk kepada konsumen. Hisrich, Peters, dan Shepherd (2017, hlm. 89) menjelaskan bahwa kewirausahaan digital merupakan bentuk respons adaptif wirausaha terhadap perubahan lingkungan bisnis yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan pergeseran perilaku konsumen ke arah digital. Dalam praktik UMKM usaha rajutan, penerapan kewirausahaan digital tampak melalui penggunaan marketplace dan media sosial sebagai kanal pemasaran utama, serta pemanfaatan sistem pembayaran daring yang mempermudah transaksi dan memperluas jangkauan pasar.


Karakteristik UMKM Usaha Rajutan
UMKM usaha rajutan pada dasarnya merupakan jenis usaha yang bertumpu pada keterampilan individu dan bersifat padat karya. Kegiatan produksinya sangat mengandalkan kemampuan manual, kreativitas dalam merancang desain, serta ketelitian dalam setiap tahap pengerjaan. Beragam produk rajutan, seperti tas, pakaian, aksesoris, hingga hiasan interior, umumnya dibuat secara handmade dan menawarkan tingkat personalisasi yang tinggi. Karakteristik tersebut memberikan nilai tambah berupa eksklusivitas serta membedakan produk rajutan dari barang-barang hasil produksi massal.
Zimmerer dan Scarborough (2008, hlm. 67) mengemukakan bahwa keunggulan utama usaha kerajinan tangan terletak pada kemampuan melakukan diferensiasi produk, bukan pada besarnya skala produksi. Meski demikian, karakteristik ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait keterbatasan kapasitas produksi dan ketergantungan yang tinggi pada tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus. Dalam konteks pemasaran berbasis online, konsumen tidak hanya mempertimbangkan aspek keunikan desain, tetapi juga menuntut kualitas produk yang konsisten serta ketepatan waktu dalam pengiriman.
Di sisi lain, pengelolaan UMKM rajutan masih banyak dilakukan secara sederhana dan belum didukung oleh sistem manajemen yang terstruktur. Pencatatan keuangan kerap diabaikan atau dilakukan secara tidak teratur, sehingga menyulitkan pelaku usaha dalam mengevaluasi kinerja bisnis maupun merancang strategi pengembangan ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penguatan UMKM rajutan tidak cukup hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas manajerial agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.


Peran Online Shop dalam Pengembangan UMKM Rajutan
Online shop memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan UMKM rajutan, khususnya pada aspek pemasaran dan penyaluran produk. Melalui pemanfaatan platform marketplace dan media sosial, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk menampilkan produk secara visual kepada konsumen dengan cakupan pasar yang jauh lebih luas dibandingkan metode konvensional. Chaffey dan Ellis-Chadwick (2019, hlm. 54) menekankan bahwa strategi pemasaran digital yang mengandalkan tampilan visual terbukti memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan pembelian, terutama pada produk kreatif dan berbasis kerajinan tangan.
Selain memperluas jangkauan pasar, keberadaan online shop memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara pelaku UMKM rajutan dan konsumen. Interaksi ini memberikan masukan yang bernilai terkait kualitas produk, preferensi desain, hingga kesesuaian harga, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan maupun inovasi produk. Dukungan sistem pembayaran digital dan layanan logistik yang terintegrasi juga membantu mempercepat proses transaksi serta mempermudah distribusi produk ke berbagai wilayah, bahkan hingga pasar internasional.
Di sisi lain, online shop berkontribusi dalam pembentukan dan penguatan citra merek UMKM rajutan. Penyajian toko online yang rapi, konsisten, dan informatif mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Rangkuti (2018, hlm. 112) menyatakan bahwa citra merek yang kuat berperan penting dalam membangun loyalitas pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.


Tantangan UMKM Rajutan Berbasis Online Shop
Meskipun memiliki potensi pasar yang menjanjikan, pengembangan UMKM rajutan berbasis online shop juga dihadapkan pada berbagai kendala yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu permasalahan utama berkaitan dengan masih rendahnya tingkat literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Rahayu dan Day (2017, hlm. 45) menegaskan bahwa keterbatasan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sering menjadi penghambat bagi UMKM, baik dalam pengelolaan toko daring maupun dalam merancang strategi pemasaran digital yang efektif.
Tantangan lainnya muncul dari persaingan harga yang ketat dengan produk pabrikan maupun produk impor. Produk rajutan handmade umumnya ditawarkan dengan harga yang relatif lebih tinggi karena proses produksinya memerlukan waktu lebih lama serta keterampilan khusus. Kondisi ini menuntut pelaku UMKM untuk mampu mengkomunikasikan nilai tambah yang dimiliki produk, seperti keunikan desain, kualitas bahan, dan sentuhan personal, agar konsumen dapat memahami dan menerima perbedaan harga tersebut.
Di sisi operasional, pengelolaan waktu dan kapasitas produksi juga menjadi persoalan tersendiri. Proses produksi yang masih dilakukan secara manual menyebabkan jumlah produksi relatif terbatas. Ketika terjadi lonjakan permintaan, UMKM rajutan berpotensi mengalami keterlambatan pengiriman yang dapat berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan. Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produk menjadi tantangan penting, terutama apabila proses produksi melibatkan lebih dari satu tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang berbeda.


Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Rajutan
Dalam upaya meningkatkan daya saing, UMKM rajutan berbasis online shop perlu mengembangkan strategi yang menyeluruh dengan mengintegrasikan aspek produk, pemasaran, serta pengelolaan internal usaha. Salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan adalah melakukan diferensiasi produk melalui penciptaan desain yang khas, penggunaan bahan berkualitas, serta pengembangan model yang inovatif. Kotler dan Keller (2016, hlm. 302) menegaskan bahwa diferensiasi produk merupakan pendekatan penting untuk membangun keunggulan kompetitif, terutama dalam kondisi pasar yang ditandai oleh tingkat persaingan yang tinggi.
Selain inovasi produk, penerapan product storytelling dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat nilai emosional produk rajutan. Narasi yang menggambarkan proses produksi, latar belakang pengrajin, maupun nilai budaya yang melekat pada produk mampu meningkatkan persepsi nilai di mata konsumen. Strategi ini sangat relevan dalam konteks pemasaran digital, di mana konsumen cenderung lebih tertarik pada produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki cerita dan makna yang autentik.
Pada aspek pemasaran, pemanfaatan media sosial dan platform marketplace secara berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan eksposur produk. Penyajian konten visual yang menarik, pemanfaatan fitur promosi yang tersedia, serta interaksi yang aktif dengan konsumen dapat mendorong peningkatan engagement sekaligus membangun loyalitas pelanggan. Di sisi lain, penguatan manajemen internal juga tidak kalah penting, meliputi pencatatan keuangan sederhana, perencanaan produksi yang terukur, serta pengelolaan sumber daya manusia secara efektif. Hisrich et al. (2017, hlm. 214) menyatakan bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM dalam jangka panjang.


Kesimpulan
Pengembangan UMKM usaha rajutan berbasis online shop dapat dipandang sebagai langkah strategis yang relevan dalam memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi digital. Pemanfaatan teknologi digital memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efektivitas kegiatan pemasaran dan distribusi, serta membangun citra produk kreatif yang berakar pada keterampilan dan nilai kearifan lokal. Produk rajutan memiliki keunggulan tersendiri melalui karakter handmade, tingkat personalisasi yang tinggi, serta nilai estetika yang membedakannya dari produk hasil produksi massal.
Namun demikian, penerapan model usaha berbasis online shop pada UMKM rajutan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya meliputi keterbatasan literasi digital pelaku usaha, tekanan persaingan harga dengan produk pabrikan, kapasitas produksi yang relatif terbatas, serta sistem pengelolaan usaha yang belum berjalan secara optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses transformasi digital tidak cukup hanya berfokus pada penggunaan platform daring, tetapi juga menuntut penguatan kemampuan manajerial dan kualitas sumber daya manusia.
Oleh sebab itu, upaya peningkatan daya saing UMKM rajutan perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, mencakup pengembangan inovasi dan diferensiasi produk, penerapan strategi pemasaran digital secara konsisten, serta pengelolaan keuangan dan proses produksi yang lebih terencana. Selain itu, dukungan ekosistem digital melalui program pelatihan, pendampingan usaha, dan kebijakan yang mendorong adopsi teknologi memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM rajutan. Dengan dukungan tersebut, UMKM usaha rajutan berbasis online shop berpotensi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif yang kompetitif dan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing (7th ed.). Pearson Education.
Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship (10th ed.). McGraw-Hill Education.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Rahayu, R., & Day, J. (2017). E-commerce adoption by SMEs. Journal of Small Business and Enterprise Development, 24(1), 36–54.
Rangkuti, F. (2018). Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. Gramedia.
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan, Tantangan, dan Kebijakan. Ghalia Indonesia.
Zimmerer, T. W., & Scarborough, N. M. (2008). Essentials of Entrepreneurship and Small Business Management. Pearson Education.