Buku Diary Pop Up Interaktif Bagi Remaja

5–8 minutes

Menurut (Soullane et al., 2023) masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu, ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan, tentunya pada periode ini, remaja seringkali menghadapi tantangan dalam membangun identitas diri yang mempengaruhi kepercayaan diri mereka. Berada di fase penting dalam perkembangan diri, baik secara emosional atau sosial maupun akademik, pada masa ini remaja sering menghadapi perubahan suasana hati, tekanan akademik, dan kebutuhan untuk mengelola waktu secara teratur dan mandiri.

Namun, tidak semua anak remaja memiliki kebiasaan dalam mendukung pengelolaan emosi maupun produktivitas yang tertata. Di tengah serba era digital ini, banyak anak remaja justru kesulitan fokus karena tingginya distraksi dari perangkat elektronik. Perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan laptop yang semula berfungsi sebagai  alat  bantu  belajar  dan  komunikasi,  kini  justru  beralih  menjadi sumber  adiksi  yang mengganggu konsentrasi, produktivitas, dan keseimbangan hidup siswa (Nurul Fadila, 2025). Oleh karena itu, media fisik seperti buku jurnal harian kembali menjadi pilihan populer karena memberikan ruang pribadi yang bebas gangguan sekaligus membantu melatih konsistensi.

Di zaman sekarang pun banyak orang yang sudah jarang menulis di jurnal hariannya. Hal itu dikarenakan menurut beberapa orang menulis kegiatan sehari-hari dibuku harian merupakan kegiatan yang sangat susah dilakukan mengingat aktivitas sehari-hari yang sangat padat dan berujung tidak memiliki waktu untuk menulis (Fadhillah Triayu, Randa Putra, 2022)

Cara terbaik untuk menggunakan waktu adalah melalui manajemen waktu, yang tentunya mencakup penetapan prioritas, membuat rencana, dan mencatat hasil pemeriksaan pekerjaan untuk mencapai tujuan pribadi dan menjamin penyelesaian tugas (Ratu Adila, 2023). Selain manajemen waktu, kegiatan penulisan pada jurnal juga berfungsi sebagai salah satu kegiatan untuk manajemen emosi remaja. Aktivitas menulis dapat meningkatkan kesadaran diri dan membantu individu mengelola emosi mereka dengan lebih baik (Zuhriyah et al., 2023).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut dirancangkan buku jurnal harian ini dengan jadikan buku jurnal pop-up interaktif, yaitu jurnal fisik yang diperkarya dengan elemen-elemen pop-up book sehingga membuatnya tidak monoton. Menurut (Rosa Karnita, 2022) buku interaktif adalah jenis buku yang tidak hanya dapat di baca maupun ditulis, namun memiliki interaksi dengan pembacanya dan membuat pembacanya berpartisipasi dalam buku tersebut.

Keunggulan utama dari jurnal ini terletak pada fitur interaktifnya yang menggabungkan elemen pop-up untuk menciptakan pengalaman yang tidak membosankan dan jauh dari kesan “basic”. Secara psikologis, elemen tiga dimensi ini memberikan stimulasi taktil yang tidak bisa didapatkan dari aplikasi digital, yang mana aktivitas fisik saat membuka dan melipat halaman dapat membantu mereduksi stres serta kecemasan melalui efek relaksasi.

Melalui perpaduan gaya jurnaling seperti bullet journal dan reflection journal, remaja diberikan kebebasan untuk menyesuaikan halaman sesuai kebutuhan unik mereka, baik untuk mencatat aktivitas harian maupun mengekspresikan perasaan terdalam. Hal ini sejalan dengan teori bahwa aktivitas menulis secara efektif meningkatkan kesadaran diri dan membantu individu mengelola emosi dengan lebih sehat

Desain jurnal pop up bertujuan memberikan pengalaman unik yang dapat memotivasi remaja untuk lebih rutin menulis, mencatat kegiatan, mengelola emosi dan juga merencanakan aktivitas hari-harian. Buku harian yang interaktif dapat menjadi media komunikasi terkait rasa emosi yang dirasakan oleh remaja (Rahmania Sabil, 2022). Buku ini juga memadukan beberapa gaya jurnaling seperti bullet journal, diary journaling, reflection journal, dan creative journal, sehingga pengguna dapat menyesuaikan halaman dengan kebutuhan mereka.

Permasalahan yang menjadikan alasan untuk membuat jurnal pop up untuk remaja adalah karena kurangnya media dalam jurnal ang menarik dan sesuai minat remaja, perlunya fitur interaktif seperti pop up agar jurnal tidak membosankan dan terlalu basic, kebutuhan remaja akan konten sesuatu yang membantu mengatur aktivitas dalam emosi dan kreativitas pada anak remaja.

Untuk membuatnya lebih menarik bagi remaja, isi kontennya dapat berupa hal-hal yang bersangkutan dengan anak-anak remaja di zaman sekarang seperti:

  1. Sistem Mood Tracker Pop-Up: Alih-alih hanya mewarnai kotak, buat elemen pop-up berbentuk pohon yang “tumbuh” daunnya setiap kali mereka melakukan refleksi diri.
  2. Misi Mingguan (Quest): Tambahkan halaman tersembunyi dengan tantangan kecil, seperti “Tuliskan 3 hal yang kamu syukuri hari ini untuk membuka tab ini.”
  3. Reward Stickers: Menyediakan stiker eksklusif yang hanya ditempelkan jika target manajemen waktu mingguan tercapai

Tujuan pembuatan buku jurnal pop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu dan produktivitas remaja melalui buku jurnal perencanaan kegiatan harian, mingguan, maupun bulanan, membantu remaja untuk mengelola emosi secara lebih sehat dengan menyediakan ruang refleksi diri yang terstruktur dan nyaman untuk digunakan, menjadi fokus alternatif distraksi dari perangkat selektronik dengan media fisik berupa jurnal harian pop-up interaktif.‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

Perancangan buku jurnal pop-up ini bukan sekadar upaya bisnis, melainkan jembatan bagi remaja untuk kembali “membumi” di tengah dunia digital yang serba cepat. Dengan menggabungkan estetika visual dan manfaat psikologis, produk ini berpotensi menjadi alat pendukung kesehatan mental yang esensial bagi generasi remaja.

Strategi pemasaran jika produk ini jadi dapat dilakukan dengan cara mempromosikannya, seperti contoh:

  1. Short-form Video Content (TikTok/Reels): Fokus pada konten “ASMR Jurnaling”suara goresan pena, suara kertas pop-up yang terbuka, dan proses dekorasi. Konten jenis ini memiliki audiens yang sangat besar di kalangan remaja yang mencari ketenangan (satisfying content).
  2. Kolaborasi dengan Influencer: Bekerja sama dengan studygram (influencer pendidikan) untuk mendemonstrasikan cara menggunakan jurnal ini dalam mengatur jadwal belajar.

Manfaat dari perancangan buku jurnal harian pop-up interaktif ini sangat luas, mencakup aspek pengembangan diri hingga kesehatan mental remaja yang sedang berada dalam fase transisi penting. Secara mendalam, kehadiran media fisik ini berfungsi sebagai alat navigasi emosional yang membantu remaja menghadapi tantangan dalam membangun identitas diri serta mengelola tekanan sosial dan akademik yang sering muncul pada periode ini. Aktivitas menulis dan berinteraksi dengan elemen visual interaktif tidak hanya sekadar mengisi waktu, tetapi secara aktif meningkatkan kesadaran diri dan membantu individu mengelola emosi mereka dengan lebih sehat melalui penyediaan ruang refleksi diri yang terstruktur dan nyaman.

Selain dari sisi psikologis, produk ini memberikan manfaat praktis yang signifikan dalam hal produktivitas dan kemandirian remaja. Melalui format yang memadukan berbagai gaya jurnaling seperti bullet journal dan reflection journal, remaja didorong untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu melalui penetapan prioritas serta penyusunan rencana harian, mingguan, hingga bulanan secara teratur. Penggunaan jurnal ini juga berfungsi sebagai intervensi terhadap ketergantungan digital, di mana media fisik menjadi fokus alternatif yang efektif untuk mengurangi distraksi dari perangkat elektronik yang seringkali menjadi sumber adiksi dan pengganggu konsentrasi.

Dari sudut pandang terapeutik, interaksi dengan halaman jurnal yang memiliki elemen pop-up memberikan efek relaksasi yang dapat membantu mengurangi tingkat stres serta kecemasan pada remaja. Desain yang eksploratif dan partisipatif ini memastikan bahwa kegiatan menulis tidak menjadi beban yang monoton, melainkan sebuah pengalaman unik yang memotivasi mereka untuk tetap konsisten dalam merencanakan aktivitas dan mengekspresikan perasaan. Pada akhirnya, manfaat jangka panjang dari usaha ini adalah terciptanya keseimbangan hidup bagi remaja, di mana mereka memiliki wadah komunikasi pribadi untuk memahami rasa emosionalnya sekaligus memiliki disiplin diri yang kuat untuk mencapai tujuan pribadi mereka.

Berdasarkan analisis menyeluruh terhadap rancangan usaha ini, dapat disimpulkan bahwa perancangan buku jurnal harian pop-up interaktif merupakan sebuah inovasi strategis yang sangat relevan untuk menjawab tantangan kompleks yang dihadapi remaja di era digital
Produk ini bukan sekadar alat tulis biasa, melainkan sebuah solusi yang mencakup aspek manajemen waktu, kesehatan mental, dan kreativitas dalam satu media fisik yang partisipatif

Kehadiran elemen pop-up interaktif secara efektif mengubah paradigma jurnaling yang sebelumnya dianggap monoton menjadi sebuah pengalaman unik yang mampu menarik minat remaja sekaligus berfungsi sebagai distraksi positif dari adiksi perangkat elektronik

Dengan menyediakan ruang refleksi diri yang terstruktur, jurnal ini berhasil menjadi media komunikasi emosional yang mendukung pertumbuhan identitas diri dan pengelolaan perasaan secara lebih sehat bagi remaja

https://journals.usm.ac.id/index.php/JMP/article/view/12019/6502

https://journals.usm.ac.id/index.php/JMP/article/view/12019/6502

https://eproceeding.itenas.ac.id/index.php/fad/article/view/1137/1075

https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/4128/4225

https://journal.literasisains.id/index.php/abdisoshum/article/view/550/398